INFOTREN.ID - Sebuah fenomena politik yang tidak biasa tengah terjadi di India, di mana sebuah partai dengan simbol kecoak menggelar aksi protes di jalanan. Gerakan ini muncul sebagai respons terhadap komentar yang dianggap menyindir para pemuda India.

Partai yang lahir dari respon satir terhadap komentar pejabat publik ini secara serius menyampaikan tuntutan agar salah satu menteri di pemerintahan India mengundurkan diri. Aksi ini menandai bentuk ekspresi politik yang tidak konvensional.

Aksi protes ini merupakan sebuah gerakan yang bermula dari reaksi terhadap ucapan Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant. Pernyataan tersebut dinilai telah memicu reaksi yang tidak terduga dari masyarakat luas.

Inisiator di balik pembentukan Partai Kecoak ini adalah seorang pria bernama Abhijeet Dipke, yang berusia 30 tahun. Latar belakang pendidikannya yang merupakan lulusan hubungan masyarakat dari Universitas Boston di Amerika Serikat, memberinya perspektif unik dalam merespons isu sosial.

"Partai ini dibentuk sebagai respons satir terhadap komentar Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant," ujar Abhijeet Dipke, merujuk pada asal mula gerakan yang dipimpinnya.

Abhijeet Dipke, yang merupakan lulusan hubungan masyarakat dari Universitas Boston, menekankan bahwa latar belakang pendidikannya memberinya perspektif unik dalam merespons isu sosial yang ada. Ia melihat adanya potensi kritik konstruktif melalui cara yang tidak biasa.

"Kami menggunakan simbol kecoak karena ia adalah makhluk yang tangguh dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi, mirip dengan semangat rakyat yang kami wakili," kata Abhijeet Dipke, menjelaskan pemilihan simbol partai uniknya.

Gerakan ini secara spesifik menuntut mundurnya seorang menteri dari kabinet pemerintah India. Pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Ketua Mahkamah Agung India menjadi pemicu utama dari tuntutan ini.

Aksi protes yang dilakukan melibatkan partisipasi masyarakat yang merasa tersinggung dengan komentar tersebut. Mereka berharap agar aspirasi mereka didengar oleh pihak berwenang melalui cara yang berdampak.