Infotren.id - Hari Arafah merupakan salah satu momen paling sakral dalam kalender Islam, terutama bagi umat Muslim yang sedang menunaikan ibadah haji. Hari ini jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Idul Adha, dan menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji, yakni saat para jemaah melaksanakan wukuf di Padang Arafah.
Wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan. Tanpa wukuf, maka ibadah haji seseorang dianggap tidak sah. Pada saat inilah, jutaan jemaah haji dari seluruh dunia berkumpul di Padang Arafah sejak tergelincir matahari hingga menjelang maghrib, berdoa, berzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Padang Arafah memiliki kedudukan penting dalam sejarah Islam. Menurut Sunara dalam buku Seputar Ibadah Haji dan Umrah, Arafah dipercaya sebagai tempat pertemuan pertama antara Nabi Adam dan Siti Hawa setelah diturunkan dari surga ke bumi. Karena peristiwa itulah, kawasan tersebut dikenal dengan nama Jabal Rahmah atau Bukit Kasih Sayang.
Beberapa ulama juga menyebut bahwa nama "Arafah" berasal dari kata 'arafa yang berarti "mengenal" atau "pengakuan". Ini merujuk pada pengakuan dosa dari para jemaah haji yang memohon ampunan di hari tersebut.
Selain pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa, Padang Arafah juga menjadi lokasi penting lainnya, yaitu tempat di mana Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah terakhirnya, yang dikenal sebagai Khutbah Wada. Khotbah ini disampaikan pada Haji Wada (Haji Perpisahan), tidak lama sebelum Rasulullah wafat.
Dalam khutbah tersebut, Rasulullah menekankan pentingnya persamaan hak di antara manusia, penghormatan terhadap hak perempuan, serta pelestarian nilai-nilai keadilan dan kebaikan dalam kehidupan umat Islam.***


