DENPASAR, INFOTREN.ID — Markas Besar Kepolisian RI kembali melakukan operasi langsung di Bali. Dua tempat hiburan malam di Denpasar, Delona dan N CO Living, digerebek tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri pada Kamis, 2 April 2026, dalam penyelidikan dugaan peredaran narkoba yang disebut melibatkan pihak manajemen.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, membenarkan penindakan tersebut. Ia menyatakan, operasi dilakukan setelah penyidik menemukan indikasi kuat adanya aktivitas peredaran narkoba di kedua lokasi.
“Benar, telah dilakukan penindakan terhadap aktivitas peredaran narkoba di THM Delona dan N CO Living Bali,” kata Eko, Jumat, 3 April 2026.
Menurut dia, dugaan sementara tidak hanya mengarah pada pelaku perorangan, tetapi juga mengindikasikan adanya keterlibatan pihak manajemen dalam mengendalikan peredaran tersebut. Sejumlah orang telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif.
“Diduga dikendalikan oleh manajemen. Para tersangka masih diperiksa,” ujarnya.

Hingga Sabtu, 4 April 2026, Mabes Polri belum merinci jumlah tersangka maupun barang bukti yang diamankan dalam operasi tersebut. Di sisi lain, Polda Bali dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi.
Sorotan muncul karena operasi ini kembali dilakukan langsung oleh Mabes Polri tanpa melibatkan aparat penegak hukum di tingkat daerah. Ini menjadi kali kedua sepanjang 2026 Mabes Polri turun tangan langsung dalam penggerebekan tempat hiburan malam di Bali. Sebelumnya, operasi serupa dilakukan di New Star (NS), yang juga menyeret sejumlah pihak manajemen dalam kasus dugaan peredaran narkoba.
Dalam pengungkapan di New Star, selain pihak internal, sejumlah pengunjung turut diamankan dan menjalani asesmen di BNN Bali.
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Tri Widiyanti, mempertanyakan pola penanganan kasus yang dinilai tidak transparan, termasuk absennya keterlibatan aparat lokal.
“Ini bukan yang pertama. Polanya sama. Lalu sebenarnya ada apa di balik penggerebekan ini? Kenapa aparat di Bali tidak dilibatkan?” ujarnya, Sabtu, 4 April 2026.