DENPASAR, INFOTREN.ID - Bali tidak tiba-tiba menjadi tidak aman.
Tapi dunia mulai melihatnya dengan cara yang berbeda.
Ketika Kedutaan Besar Korea Selatan secara resmi
memperingatkan warganya tentang meningkatnya kejahatan serius di Bali, itu
bukan sekadar prosedur diplomatik. Itu adalah sinyal—bahwa sesuatu sedang
bergeser.
“Karena kejahatan serius yang menargetkan warga asing
baru-baru ini meningkat di daerah wisata terkenal seperti Jimbaran, Seminyak,
dan Canggu di wilayah Bali, kami meminta warga yang mengunjungi Bali untuk
memperhatikan keselamatan pribadi mereka,” tulis Kedutaan dalam pernyataan
resminya.
Kalimat seperti itu biasanya tidak muncul tanpa alasan.
Dan kali ini, mereka tidak berbicara secara umum. Mereka
menyebutkan kasus secara spesifik.
Penculikan dan pembunuhan warga Ukraina di Jimbaran.
Penyerangan terhadap warga Belanda di depan vila tempat ia menginap.
Dugaan pelecehan terhadap wisatawan asal China oleh pengemudi ojek.
Bukan satu kejadian. Tapi rangkaian.
Ini penting, karena perbedaan antara “insiden” dan “pola”
sering kali menentukan bagaimana sebuah destinasi dinilai.