Infotren.id - Penyakit kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia. Penyakit ini muncul akibat pertumbuhan sel abnormal di jaringan payudara yang berkembang secara tidak terkendali. Meski menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, kanker payudara dapat dicegah dan diobati apabila terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, penting bagi setiap perempuan untuk memahami faktor risiko, cara pencegahan, hingga pilihan pengobatan yang tersedia.
Faktor Risiko Kanker Payudara
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seorang perempuan mengalami kanker payudara, antara lain:
1. Genetik atau keturunan: Riwayat keluarga, terutama ibu atau saudara kandung yang pernah mengidap kanker payudara.
2. Reproduksi: Tidak pernah hamil, menstruasi pertama terlalu dini, atau menopause terlambat.
3. Gaya hidup: Pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, obesitas, konsumsi alkohol, serta merokok.
4. Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 40 tahun.
Langkah Pencegahan
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara:
1. Pemeriksaan SADARI (Periksa Payudara Sendiri)
Dilakukan secara rutin 3–5 hari setelah menstruasi, dengan cara meraba payudara di depan cermin untuk mendeteksi adanya benjolan, perubahan bentuk, atau kelainan lain.
2. Pemeriksaan Klinis dan Mamografi
Perempuan berusia di atas 40 tahun disarankan melakukan mamografi setiap 1–2 tahun sekali untuk mendeteksi kanker lebih dini.
3. Pola Hidup Sehat
Menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta menghindari alkohol dan rokok dapat menurunkan risiko kanker.
4. Menyusui Anak
Menyusui dalam jangka waktu tertentu terbukti dapat menurunkan risiko kanker payudara.
Pilihan Pengobatan Kanker Payudara
Jika kanker sudah terdiagnosis, terdapat beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan, tergantung stadium dan kondisi pasien:
1. Operasi (Bedah)
Tindakan pengangkatan jaringan kanker, baik sebagian payudara (lumpektomi) maupun seluruh payudara (mastektomi).


