INFOTREN.ID - Kabar penonaktifan peserta BPJS Kesehatan belakangan ini memang bikin resah masyarakat. Tapi, tenang! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hadir membawa angin segar dengan sejumlah langkah perbaikan yang dijamin bikin kamu lega. Penasaran? Yuk, simak selengkapnya!

Data Bermasalah? Purbaya Siap Bereskan!

Purbaya menegaskan bahwa pemutakhiran data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) bertujuan melindungi masyarakat miskin dan tidak mampu. "Pemutakhiran data PBI JKN pada prinsipnya bertujuan melindungi masyarakat miskin dan tidak mampu, sehingga perlu dilakukan secara hati-hati tanpa menimbulkan kegaduhan di publik," ujarnya.

Masa Transisi Jadi Solusi?

Usulan yang satu ini patut diacungi jempol! Purbaya mengusulkan agar penonaktifan peserta PBI JKN tidak langsung diterapkan. Melainkan, diberi masa transisi selama 2–3 bulan yang disertai sosialisasi. Tujuannya? Agar peserta punya waktu untuk menyesuaikan diri, termasuk mencari alternatif pembiayaan kesehatan. Keren, kan?

iklan sidebar-1

Jangan Sampai yang Sakit Jadi Korban!

Purbaya juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam proses penonaktifan. "Tapi jangan sampai yang sudah sakit tiba-tiba begitu mau cek darah, apa cuci darah lagi, tiba-tiba nggak eligible, nggak berhak," tegasnya. Setuju banget!

Anggaran Kesehatan Naik Drastis!

Kabar baik lainnya, anggaran kesehatan pada 2026 mencapai Rp247,3 triliun! Naik 13,2% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp218,5 triliun. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.