MATARAM INFOTREN.ID- Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Rahmatan Lil Alamin yakni Rahmat bagi seluruh alam. Bukan hanya sikap dan tingkah laku serta ibadahnya yang harus diadopsi, melainkan kemandirian dalam.membangun kemandirian ekonomi.
Sebagai Nabi Rahmatan Lil Alamin, tentu Rasullullah memiliki hal yang harus diadopsi utamanya dalam kemandirian ekonomi agar umatnya juga mampu bertahan hidup dalam situasi apapun.
Hal yang harus diketahui bahwa investasi dalam pandangan Nabi Muhammad SAW bukan sekadar menumpuk harta demi keuntungan pribadi, melainkan strategi untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus jaminan di akhirat.
Berikut adalah tiga bentuk "investasi" ala Rasulullah SAW yang sangat relevan untuk diadopsi umat Islam saat ini:
Salah satu yang dilakukan adalah beternak. Nabi Muhammad melanjutkan keahliannya sejak kecil itu hingga dewasa dengan memiliki puluhan ekor unta.
Rasulullah diketahui juga memiliki beberapa hewan lain yakni kuda, keledai, sapi, dan domba.
Selain beternak, Nabi Muhammad berinvestasi pula pada tanah dan properti. Laporan Musaffa menyebutkan sewa tanah dilakukan pada orang Yahudi dengan konsep bagi hasil.
Diketahui bahwa Rasulullah SAW adalah seorang praktisi bisnis yang ulung sebelum masa kenabiannya. Beliau menekankan pentingnya mengelola aset agar produktif, bukan sekadar disimpan (monopoli).
Beliau menggunakan sistem Mudharabah (bagi hasil) atau Musyarakah (kerjasama modal). Beliau mengelola modal Siti Khadijah dengan kejujuran (Siddiq) dan kecerdasan (Fathanah).

