INFOTREN.ID - Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) akan kembali menguat setelah adanya harapan kesepakatan China dengan AS.
Diketahui, China telah menyampaikan secara terbuka untuk melakukan perundingan dengan AS, sementara Trump mengatakan China menginginkan kesepakatan.
Pemerintah AS resmi mencabut aturan pembebasan bea masuk (duty-free) bagi barang impor bernilai kecil (de minimis) dari China dan Hong Kong pada Jumat (02/05/2025), meskipun dampaknya tidak terlalu signifikan.
Dalam sebuah keterangannya, Lukman Leong selaku Analis mata uang dan komoditas Doo Financial Futures memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS menguat imbas dari harapan kesepakatan tarif antara China dan AS.
“Rupiah diperkirakan akan kembali menguat terhadap dolar AS oleh harapan kesepakatan tarif antara China dan AS setelah Trump kembali menyinggung mengenai hal itu pada hari Minggu (4/5),” kata Lukman Leong, dikutip Infotren dari laman ANTARA.
Melihat sentimen domestik, data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang diperkirakan akan menunjukkan kontraksi di kuartal I-2025 sebesar -0,89 persen.
Berdasarkan beberapa faktor tentang harapan kesepakatan China dan AS itu, kurs rupiah diprediksi berkisar Rp16.400-Rp16.500 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah kembali menguat sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.431 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.438 per dolar AS pada pembukaan perdagangan hari Senin pagi (05/05/2025) di Jakarta.(*)


