INFOTREN.ID - Kerajaan Arab Saudi menjadi pusat perhatian dunia saat perayaan hari besar umat Islam, Idulfitri 1447 Hijriah, yang jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Momen sakral ini dilaksanakan di kompleks Masjidil Haram yang megah di Kota Makkah.
Puncak perayaan tersebut diwarnai oleh kehadiran sosok penting dalam pemerintahan Saudi. Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), turut serta dalam pelaksanaan salat Idulfitri bersama seluruh umat muslim.
Kehadiran Pangeran MBS ini menunjukkan kedekatan pemimpin negara dengan rakyatnya dalam menjalankan ritual keagamaan fundamental. Ia bergabung bersama lautan jemaah yang telah memenuhi masjid utama hingga area pelatarannya yang luas.
Momen bersejarah ini menandai dimulainya bulan Syawal 1447 Hijriah, hari di mana umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Keramaian tampak menyelimuti kawasan suci tersebut sejak subuh hari.
Informasi mengenai kegiatan resmi ini disampaikan secara langsung oleh media pemerintah. Dilansir dari Saudi Press Agency, Jumat (20/3/2026), Putra Mahkota tersebut melaksanakan salat Idulfitri di Masjidil Haram.
Dalam rangkaian ibadah tersebut, disampaikan pula khutbah Idulfitri yang sarat makna oleh imam besar masjid. Khutbah ini menjadi pengingat penting bagi seluruh jamaah yang hadir di Tanah Suci.
Imam Sheikh Osama Khayyat menyampaikan pesan mendalam mengenai makna sejati dari perayaan Idulfitri. "Kesempatan ini merupakan pahala ilahi yang diberikan atas ibadah yang telah dilaksanakan selama Ramadan," ujar Imam Sheikh Osama Khayyat.
Beliau juga menekankan bahwa inti dari perayaan Idulfitri melampaui seremoni belaka. "Esensi sejati Idulfitri terletak pada kesucian hati, pengampunan dosa, penguatan ikatan keluarga, dan mendukung mereka yang membutuhkan melalui pelaksanaan zakat fitri," kata beliau.
Pesan tersebut menggarisbawahi pentingnya refleksi spiritual dan tanggung jawab sosial yang harus dipegang teguh oleh setiap muslim setelah menunaikan ibadah puasa. Momen ini menjadi titik balik untuk kembali fitrah.

