INFOTREN.ID - Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyatakan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap standar gizi yang rendah. Ketegasan ini menunjukkan komitmen tinggi untuk memastikan kualitas asupan makanan bagi penerima program.
Jika ditemukan dapur operasional yang tidak memenuhi standar kesehatan dan mutu yang ditetapkan, Presiden Prabowo telah menginstruksikan penghentian operasional secara langsung. Langkah drastis ini diambil untuk melindungi hak dasar anak-anak Indonesia terkait pemenuhan gizi.
Untuk menjamin akuntabilitas publik, pemerintah telah menyediakan saluran komunikasi yang mudah diakses oleh masyarakat luas. Saluran ini mencakup nomor telepon bebas pulsa serta membuka titik koordinat dapur agar masyarakat dapat memantau secara langsung.
Masyarakat, termasuk orang tua siswa hingga kepala sekolah, didorong untuk proaktif dalam pengawasan dan pelaporan jika mereka menemukan adanya kejanggalan dalam pelaksanaan program tersebut.
"Jadi siapa pun ibu-ibu, orang tua, kepala sekolah, dia boleh masuk dan dia boleh komplain. Jadi memang laporan yang hanya bagus-bagus itu budaya yang tidak baik," tegasnya saat mengundang jurnalis senior dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dilansir dari IDN Times, Kamis (19/3/2026).
Prabowo mengungkapkan bahwa ia secara aktif memantau berbagai platform digital, termasuk media sosial dan kanal podcast yang menyajikan kritik tajam, bahkan yang bernada menyerang program MBG.
Baginya, konten-konten kritis tersebut berfungsi sebagai alarm penting yang mendorong kewaspadaan dan verifikasi ulang terhadap kondisi di lapangan secara berkelanjutan.
Setiap kali muncul sentimen negatif atau tuduhan mengenai program MBG, Presiden langsung merespons dengan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta penjelasan resmi dan klarifikasi.
"Jadi saya sebetulnya walaupun 'Eh kurang ajar dia,' tapi 'Oh ya saya harus lebih waspada,' baru saya cek. MBG diserang, saya langsung cek. Panggil kepala BGN, dan saya terus cross check, saya kirim orang-orang saya ngecek," ujar Presiden Prabowo.

