TEHERAN, Infotren.id – Konflik Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru yang semakin mengerikan. Militer AS untuk pertama kalinya mengerahkan pesawat pengebom strategis B-52 dalam gelombang serangan terhadap Iran yang berlangsung sejak Sabtu (28/2/2026) lalu.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukannya telah menggempur lebih dari 1.700 target di berbagai wilayah Iran dalam 72 jam pertama operasi militer yang diberi nama sandi Operasi Epic Fury ini.

Jumlah tersebut melonjak signifikan dibandingkan laporan 48 jam pertama yang menyebutkan 1.200 target telah dihancurkan, sebagaimana dilansir dari Detik.

Debut B-52 di Medan Tempur Iran

Pengerahan pesawat pengebom B-52 Stratofortress menjadi sorotan utama dalam operasi kali ini. Pesawat legendaris buatan Boeing ini dikenal mampu membawa muatan bom sangat besar, mencapai hingga 30 bom GBU-31 JDAM seberat 900 kilogram.

Sebagai perbandingan, jet tempur F-15 yang selama ini menjadi andalan AS di Timur Tengah hanya mampu membawa enam hingga sembilan bom dengan jenis yang sama .

Meski CENTCOM tidak merinci kapan tepatnya B-52 mulai dioperasikan, pengerahan ini dilakukan setelah AS mendapatkan izin dari Inggris untuk menggunakan pangkalan militer Diego Garcia di Samudra Hindia dan RAF Fairford di Gloucester.

Kedua pangkalan dengan landasan pacu panjang ini memungkinkan B-52 lepas landas dengan muatan penuh .

Pengerahan B-52 ini melengkapi penggunaan pesawat pengebom siluman B-2 dan B-1 yang telah lebih dulu digunakan dalam serangan-serangan sebelumnya .