Infotren.id - Gus Rofi'i, selaku Ketua Umum Barisan Kesatria Nusantara (BKN), mengajak para ulama yang tergabung dalam Forum Ulama Banten dan Betawi untuk mengklarifikasi langsung terkait proyek PIK2 dan PSN PIK, Rabu (5/3/205).
Dalam kesempatan itu, hadir sejumlah ulama terkemuka, di antaranya Kiai Abdul Rozak dan Kiai Alawi Nur Alam. Bersama rombongan, mereka berdiskusi dengan pihak manajemen PIK2 guna memahami lebih jelas tujuan dari proyek tersebut, termasuk isu-isu sensitif seperti dugaan penggusuran tempat ibadah dan dampak sosial terhadap masyarakat sekitar.
Tak hanya diskusi, manajemen PIK2 juga mengajak para ulama meninjau langsung area proyek PIK2 dan PSN PIK.
"Mereka penasaran dengan hiruk pikuk yang ada. Akhirnya mereka tabayyun dan klarifikasi langsung ke sini agar tidak simpang siur," Kata Gus Rofi'i di Menara Syariah PIK2, Tangerang, Rabu (5/2/2025).
Setelah mendengar pemaparan dari pihak pengelola, para ulama mendapatkan penjelasan bahwa tanah PSN tidak diperuntukkan bagi pembangunan perumahan, melainkan untuk proyek hijau yang bertujuan menjaga ekosistem dan menciptakan lapangan kerja baru.
Kiai Abdul Rozak pun langsung menyatakan dukungannya terhadap proyek ini, seraya menegaskan bahwa kunjungannya bukan atas dasar kepentingan tertentu, melainkan murni untuk mencari kebenaran.
"Saya adalah orang yang paling kritis terhadap kebenaran. Biasanya orang benar tidak berani, banyak orang berani tapi tidak benar. Tapi hari ini, kami sudah mendengar langsung, ada data, bukti, dan saksi, maka kami mendukung pembangunan ini," kata Kiai Rozak.
Beliau juga berharap konsep pembangunan hijau seperti ini dapat diterapkan di daerah lain, bukan hanya di PIK2. “Kenapa tidak dibuat seperti ini di sepanjang Pantura, atau di daerah lain seperti Rembang dan Sumedang?” ujarnya.
"Selama ini banyak berita yang menyesatkan, dan itu membosankan. Tapi hari ini, setelah kami melihat langsung, asumsi kami berubah. Kami mendapatkan pencerahan. Jika ada yang tetap menolak, ya itu biasa. Yang penting kita bicara berdasarkan data dan kebenaran," timpal Kiai Alawi Nur Alam seraya berpesan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi negatif yang beredar tanpa klarifikasi.


