INFOTREN.ID - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan dukungan penuhnya terhadap Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok. Hal ini disampaikan setelah pertemuan dengan para pengurus di Istana Wapres, Jakarta, baru-baru ini. Gibran berharap gerakan ini dapat mencetak santri yang melek digital dan berdaya saing.
Sekretaris Jenderal Gernas Ayo Mondok, Gus Hans, mengatakan bahwa Wapres Gibran mendorong pesantren untuk mengajarkan santri melek digital. Gibran secara spesifik menyebut pentingnya menguasai teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan coding. Program ini menjadi prioritas utama untuk mempersiapkan santri menghadapi era digital.
Gus Hans menyebut bahwa pihaknya akan mengusulkan kuota 20% dari program pelatihan coding dan AI untuk santri. Program ini merupakan inisiasi pemerintah yang bekerja sama dengan pihak swasta, dengan target melatih satu juta anak muda. Keterlibatan santri dalam program ini akan mempercepat adopsi teknologi di lingkungan pesantren.
Ketua Umum Gernas Ayo Mondok, Gus Lukman Harist, mengungkapkan bahwa Gibran juga mengingatkan pesantren untuk lebih siap menerima kritik dan masukan. Terutama dari wali murid yang saat ini lebih kritis dan detail dalam mengamati. Pesan ini penting agar pesantren tetap relevan dan bisa berkembang sesuai tuntutan zaman.
Gus Hans dan Wapres Gibran memiliki visi yang sama dalam hal pengembangan santri. Mereka sepakat bahwa pesantren adalah wadah yang komplit untuk mencetak generasi muda berakhlak, berintelektual, dan mencintai NKRI. Visi ini menjadi landasan kuat untuk memperkokoh pilar bangsa melalui pendidikan pesantren.
Gernas Ayo Mondok juga menyampaikan rencana rapat koordinasi (Rakor) yang akan digelar pada Oktober 2025. Rakor ini akan dihadiri oleh para pengurus Gernas dan pimpinan pondok pesantren. Rencananya, Gibran akan turut hadir dalam acara tersebut.
Gus Hans menegaskan bahwa pertemuan mereka dengan Wapres Gibran murni membahas pengembangan pesantren. "Pertemuan ini tak sedikitpun membicarakan soal politik," ujar Gus Hans, dalam keterangannya, Senin (15/9/2025). Ia menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah memajukan pesantren di seluruh Indonesia.
Dukungan Gibran dan kesamaan visi dengan Gernas Ayo Mondok menjadi harapan baru bagi masa depan santri. Dengan mengintegrasikan pendidikan agama dan teknologi, santri diharapkan dapat menjadi generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di kancah global.


