Infotren - Merianti, wanita asal Indonesia, membuat keputusan besar dengan meninggalkan pekerjaan kantoran demi menjadi pemetik buah di Australia. Keputusannya ini menarik perhatian publik karena gaji yang diterimanya mencapai Rp300 ribu per jam.

Sebelumnya, Merianti bekerja di kantor dengan penghasilan standar dan rutinitas yang padat setiap hari. Namun, ia merasa jenuh dan ingin mencari peluang yang lebih menguntungkan di luar negeri.

Pilihan jatuh pada program kerja petik buah di Australia yang terbuka bagi pekerja asing dengan izin resmi. Meski terdengar sederhana, pekerjaan ini menawarkan upah tinggi yang jauh melebihi gaji kantoran di Indonesia.

Setiap harinya, Merianti bekerja selama 6 hingga 8 jam dengan penghasilan harian mencapai jutaan rupiah. Ia juga menikmati suasana alam terbuka dan fleksibilitas waktu kerja yang lebih manusiawi.

Merianti mengaku, meski pekerjaan fisik ini menantang, ia merasa lebih puas secara finansial dan mental. Ia bahkan berhasil menabung lebih banyak dalam waktu singkat dibanding saat bekerja di kantor.

iklan sidebar-1

Pengalaman Merianti menjadi inspirasi bagi banyak anak muda yang mulai melirik pekerjaan luar negeri nonformal dengan gaji tinggi. Tren ini menunjukkan pergeseran minat generasi muda terhadap pekerjaan yang memberi keseimbangan antara penghasilan dan kualitas hidup.

Dengan popularitas program petik buah di Australia, makin banyak warga Indonesia mempertimbangkan jalur serupa. Merianti pun kini aktif membagikan pengalamannya di media sosial untuk membantu orang lain mengikuti jejaknya.