INFOTREN.ID - Kawasan dermaga yang terbengkalai di Pusat Kebudayaan Bali (PKB), yang berlokasi di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, kini menemukan fungsi baru yang tak terduga. Bekas proyek infrastruktur yang sempat menyerap anggaran ratusan miliar rupiah itu kini berubah menjadi lokasi memancing yang sangat populer.
Struktur beton pemecah gelombang yang rusak akibat abrasi serta tiang pancang yang sudah berkarat kini menjadi daya tarik utama bagi para pemancing. Kondisi ini terpantau semakin ramai dikunjungi oleh masyarakat, sebagaimana dikutip dari Detikcom pada Minggu (17/5/2026) siang hari.
Keberadaan dermaga mangkrak ini berhasil menarik perhatian pemancing tidak hanya dari Klungkung saja, tetapi juga dari daerah lain seperti Gianyar dan Denpasar. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik spot memancing baru ini telah melampaui batas geografis lokal.
Ramadani (30), salah seorang pemancing yang datang dari Denpasar, mengungkapkan bahwa ia memutuskan datang setelah melihat lokasi tersebut viral di platform media sosial TikTok. Ia mengaku ini adalah kunjungan pertamanya ke lokasi tersebut.
"Saya tahu spot ini setelah viral di TikTok. Ini pertama kalinya saya ke sini. Enak di sini, tidak ada perahu yang lewat. Biasanya saya mancing di Benoa. Kalau di sana banyak perahu," terang Ramadani saat diwawancarai oleh detikBali.
Menurut Ramadani, struktur beton yang hancur di bawah permukaan air laut menciptakan habitat ideal bagi ikan-ikan predator besar. Ia menyebutkan potensi perburuan ikan seperti kerapu, barramundi, hingga Giant Trevally (GT) di area tersebut.
Kombinasi karakter ombak di pesisir Gunaksa dengan adanya reruntuhan bangunan dinilai memberikan tantangan yang menarik bagi para pemancing yang menyukai teknik casting maupun teknik memancing pasiran. Aktivitas memancing di lokasi ini dilaporkan berlangsung sepanjang hari, dari pagi hingga malam hari.
Peningkatan jumlah pengunjung yang datang untuk memancing ini ternyata membawa dampak ekonomi positif bagi warga lokal di sekitar pesisir Gunaksa. Banyaknya warga yang berkunjung turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
Komang Didi Astika (28), yang membuka usaha warung makanan dan minuman di sekitar area dermaga, merasakan peningkatan signifikan pada pendapatan hariannya sejak lokasi tersebut populer di media sosial. Area pesisir itu kini sering dipenuhi kendaraan pengunjung, terutama saat akhir pekan atau menjelang sore hari.