INFOTREN.ID - Intensitas hujan yang sangat tinggi melanda wilayah Bogor sejak Senin malam hingga Selasa dini hari (18-19 Mei 2026), memicu serangkaian bencana alam di area tersebut. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan signifikan baik berupa tanah longsor di area Kabupaten Bogor maupun banjir di wilayah Kota Bogor.
Peristiwa tanah longsor terjadi di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Bencana ini dipicu oleh kegagalan struktur Tembok Penahan Tanah (TPT) akibat kondisi tanah yang menjadi sangat labil setelah diguyur hujan deras dalam durasi waktu yang lama.
Dampak langsung dari longsoran TPT tersebut mengenai satu unit rumah warga yang dihuni oleh satu keluarga yang terdiri dari empat jiwa. Struktur bangunan rumah tersebut mengalami kerusakan parah pada bagian dinding kamar tidur dan kamar mandi akibat terdorong oleh material longsoran tanah.
Selain kerusakan pada rumah yang terdampak langsung, bencana ini juga menyebabkan munculnya keretakan pada dinding bangunan rumah-rumah di sekitarnya. Kondisi ini diperparah dengan adanya perubahan struktur lantai pada bangunan yang terdampak, yang kini menjadi miring.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memberikan rincian mengenai dimensi infrastruktur yang runtuh akibat aliran air yang tak terkendali.
"TPT panjang kurang lebih 7 meter, tinggi 3 meter, lebar 2 meter tergerus longsor yang berdampak pada rumah warga," kata Adam dalam keterangannya, Selasa.
Meskipun ada kerusakan struktural yang signifikan, petugas memastikan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden longsor di Cibinong tersebut. Namun, rumah yang terdampak memerlukan penanganan darurat segera untuk memastikan keamanan penghuninya.
"Ruang kamar tidur dan kamar mandi tergerus longsor," imbuhnya.
Pihak terkait hingga saat ini belum melakukan perbaikan struktural pada rumah yang rusak tersebut, sehingga penghuni masih diizinkan untuk menempati bangunan dalam kondisi pascabencana. "Rumah masih ditempati. Kerusakan pada rumah belum diperbaiki. Butuh penanganan lebih lanjut," ungkap Adam.