INFOTREN.ID - Siapa sangka, niat baik Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), untuk mengirimkan beras premium bagi jemaah haji Indonesia justru menuai pujian dan rasa bangga. Bagaimana tidak, beras yang selama ini kita konsumsi sehari-hari ternyata mampu memikat lidah para jemaah di Tanah Suci. Apa yang membuat beras Indonesia begitu istimewa?
Dari Nasi Pera ke Beras Premium: Transformasi yang Bikin Nagih
Selama ini, jemaah haji Indonesia seringkali mengeluhkan kualitas nasi (Nasi Pera - read) yang disajikan di Arab Saudi. Teksturnya pera dan rasanya kurang cocok di lidah. Namun, semua itu berubah berkat inisiatif Zulhas.
"Karena jemaah kita lebih suka beras dari sini. Kalau biasanya di sana pakai beras yang agak perak. Orang Indonesia kurang suka," tutur Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/2/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.
Bulog Siap Siaga: 2.280 Ton Beras Premium untuk Jemaah Haji
Perum Bulog sebagai garda terdepan dalam penyediaan pangan, langsung bergerak cepat merealisasikan perintah Zulhas. Sebanyak 2.280 ton beras premium disiapkan untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia. Beras yang diekspor merupakan beras dengan kualitas terbaik, dengan pecahan 5 persen dan kadar air kurang dari 14 persen.
Bukan Sekadar Beras: Diplomasi Pangan yang Membanggakan
Ekspor beras tipe premium ini untuk jemaah haji bukan hanya soal memenuhi kebutuhan pangan. Lebih dari itu, ini adalah bentuk diplomasi pangan yang cerdas. Zulhas berhasil memanfaatkan potensi beras Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara di kancah internasional.
Petani Lokal Sumringah: Produksi Beras Nasional Meningkat Pesat


