TANGSEL, Infotren.id - Di saat Bunga Sekar Anjani (15) berjuang mengibarkan nama Indonesia di ajang sepak bola internasional di Swedia, keluarga yang ditinggalkannya justru harus menelan kenyataan pahit.
Atlet sepak bola putri asal Kota Tangerang Selatan itu dinyatakan gagal diterima di SMA Negeri melalui jalur prestasi nonakademik pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Kisah tersebut memunculkan ironi. Prestasi yang seharusnya menjadi tiket apresiasi di dunia pendidikan justru belum mampu mengantarkan Bunga memperoleh bangku di sekolah negeri.
Ayah Bunga, Agus, mengatakan sejak awal keluarganya sengaja memilih jalur prestasi nonakademik. Selain memiliki sederet prestasi olahraga, peluang melalui jalur domisili dinilai sangat kecil karena jarak rumah mereka di Lengkong Gudang cukup jauh dari sekolah tujuan.
"Anak saya memang lebih banyak berprestasi di olahraga. Karena itu kami memilih jalur prestasi nonakademik. Kalau jalur domisili, peluangnya kecil," kata Agus, Jumat (17/7/2026).
Namun proses pendaftaran tidak berjalan mulus. Agus mengaku beberapa kali mengalami kendala pada sistem pendaftaran daring hingga harus mendatangi SMAN 2 Tangerang Selatan berulang kali untuk melakukan verifikasi berkas.
Tak hanya itu, sertifikat prestasi yang diajukan juga beberapa kali ditolak karena dianggap belum terdaftar dalam sistem. Padahal Bunga memiliki berbagai penghargaan dari kejuaraan sepak bola tingkat nasional.
Setelah meminta bantuan pengurus PSSI tingkat provinsi, dokumen prestasi akhirnya berhasil diverifikasi. Sayangnya, hasil akhir seleksi tetap menyatakan Bunga tidak diterima.
Harapan keluarga kembali muncul saat mencoba mendaftarkan Bunga ke SMAN 7 Tangerang Selatan. Namun hasilnya kembali mengecewakan. Hingga larut malam, nama Bunga tidak muncul sebagai peserta yang lolos seleksi.