BADUNG, Bali Dalam tiga bulan terakhir, Bali dihadapkan pada serangkaian kasus kriminal yang melibatkan warga negara asing (WNA) dengan tingkat keseriusan yang meningkat.

Mulai dari temuan laboratorium narkotika, kasus mutilasi terhadap warga Ukraina, penembakan antar-WNA asal Australia, penusukan fatal terhadap warga Belanda, hingga dugaan kekerasan seksual terhadap wisatawan asing—semuanya terjadi dalam waktu yang berdekatan.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan kondisi tetap terkendali.

“Bali dalam keadaan baik-baik saja. Stabilitas keamanan, aktivitas pariwisata, dan layanan publik berjalan optimal,” ujarnya.

Namun, di balik pernyataan tersebut, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah ini sekadar rangkaian kasus terpisah, atau mulai menunjukkan pola yang perlu diwaspadai?

Jumlah Naik, Pola Berubah

Data kepolisian menunjukkan peningkatan kasus yang melibatkan WNA, dari sekitar 59 kasus pada 2023 menjadi 133 kasus pada 2024. Hingga pertengahan 2025, jumlahnya telah melampaui 100 kasus.

Yang menjadi perhatian bukan hanya angka, tetapi karakter kasus.

Jika sebelumnya didominasi pelanggaran ringan, kini mulai muncul kasus yang lebih kompleks—melibatkan jaringan, kekerasan serius, hingga aktivitas ilegal berbasis digital.