Infotren.id - Penutupan dua pabrik Yamaha di Indonesia yang memproduksi alat musik, yang akan terjadi pada tahun 2025, menjadi sorotan besar di sektor industri manufaktur Indonesia. PT Yamaha Musik Produk Asia di Bekasi dan PT Yamaha Indonesia di Pulau Gadung akan menghentikan operasinya, dan keputusan ini didorong oleh sejumlah faktor yang mempengaruhi perusahaan secara global.

Dua pabrik Yamaha Musik yang akan ditutup adalah pabrik di kawasan Cikarang, yang akan berhenti beroperasi pada 25 Maret 2025, serta pabrik di Pulogadung, Jakarta, yang direncanakan tutup pada Mei atau Juni 2025. Keputusan ini berdampak pada lebih dari 1.000 karyawan yang terancam mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Menurut Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, penutupan pabrik Yamaha Musik di Indonesia terjadi akibat melemahnya pangsa pasar ekspor produk mereka. Sebagian besar hasil produksi pabrik ini diekspor ke beberapa negara, termasuk Inggris (UK), Ukraina, dan Rusia. Namun, kondisi geopolitik yang tidak stabil, terutama perang antara Rusia dan Ukraina, menyebabkan permintaan menurun drastis.

Kondisi ini memengaruhi kelangsungan operasional pabrik, terutama karena permintaan dari negara-negara tujuan ekspor tidak mampu mempertahankan volume produksi yang stabil. Akibatnya, Yamaha Musik harus mengambil langkah drastis untuk menghentikan produksi.

Selain itu, pabrik di Pulogadung masih akan beroperasi hingga Mei atau Juni 2025 karena perlu menyelesaikan pesanan yang masih tersisa dan menghabiskan stok produk yang telah diproduksi sebelumnya.

iklan sidebar-1

Penutupan dua pabrik ini tentunya menjadi pukulan berat bagi ribuan karyawan yang terdampak. Banyak pekerja yang akan kehilangan pekerjaan, sementara industri manufaktur di sektor ini juga mengalami tekanan besar akibat melemahnya pasar ekspor.

Meskipun belum ada informasi lebih lanjut mengenai apakah Yamaha Musik akan memindahkan produksinya ke negara lain atau melakukan strategi bisnis baru, keputusan ini menegaskan bahwa kondisi ekonomi global dan geopolitik dapat memberikan dampak besar terhadap sektor industri di Indonesia.***