INFOTREN.ID - Bayangkan dunia di mana anak-anak bebas dari jeratan media sosial (Medsos). Bebas bermain di luar, berinteraksi dengan teman sebaya secara langsung, dan fokus pada pelajaran sekolah tanpa gangguan notifikasi. Kedengarannya indah, bukan? Tapi, apakah mungkin?

Ceko Bergerak, Negara Lain Menyusul?

Perdana Menteri Republik Ceko, Andrej Babis, baru-baru ini membuat pernyataan yang cukup menggemparkan. Ia mendukung pelarangan penggunaan Medsos bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun. Alasannya? "Para ahli yang saya kenal mengatakan bahwa itu sangat berbahaya bagi anak-anak. Sangat berbahaya," ujarnya dalam pesan video yang diposting di X, dilansir dari Bloomberg Technoz (9/2).

Alasan di Balik Larangan: Melindungi Generasi Muda

Babis tidak menjelaskan secara detail langkah spesifik apa yang akan diambil pemerintahannya, atau kapan larangan Medsos ini akan diberlakukan. Namun, yang jelas, ia  sangat khawatir terhadap dampak negatif Medsos terhadap perkembangan anak-anak.

iklan sidebar-1

Bukan Cuma Ceko, Ini Daftar Negara yang Juga Khawatir

Jika Republik Ceko benar-benar merealisasikan rencana ini, mereka akan bergabung dengan sejumlah negara Eropa lain yang juga tengah mempertimbangkan pembatasan serupa. Australia bahkan telah lebih dulu menerapkan kebijakan ini, mencakup platform-platform raksasa seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube.

Spanyol juga tak ketinggalan, dengan PM Pedro Sanchez mengkritik keras perilaku perusahaan media sosial dalam pidatonya. Setidaknya 10 negara lain, termasuk Prancis, Inggris, Portugal, Denmark, Yunani, Norwegia, Polandia, Austria, Irlandia, dan Belanda, serta Uni Eropa secara keseluruhan, juga sedang mempertimbangkan berbagai jenis pembatasan.

Dampak Positif vs. Hilangnya Cuan Iklan