INFOTREN.ID – Pada 4 Juli 2025 pukul 02.54 WIB, Bumi mencapai Aphelion, yaitu titik terjauh dari Matahari dalam orbit tahunannya. Saat itu, jarak Bumi ke Matahari mencapai sekitar 152,1 juta kilometer, hampir 5 juta kilometer lebih jauh dibandingkan jarak terdekatnya (Perihelion) di Januari.
Fenomena ini terjadi setiap tahun dan merupakan bagian alami dari orbit Bumi yang berbentuk elips. Meskipun Matahari tampak sedikit lebih kecil dan intensitas cahayanya turun sekitar 6–7%, pengaruhnya terhadap suhu atau cuaca di Bumi sangat kecil dan nyaris tidak terasa.
Mengapa Juli Terasa Lebih Dingin?
Banyak wilayah di Indonesia memang mengalami suhu lebih dingin di bulan Juli, namun menurut BMKG, hal ini bukan disebabkan oleh Aphelion, melainkan karena angin muson timur dari Australia yang membawa udara kering dan dingin.
Penurunan suhu ekstrem di dataran tinggi seperti Dieng atau Lembang adalah fenomena rutin musim kemarau. Aphelion hanya kebetulan terjadi di waktu yang sama, sehingga sering disalahartikan sebagai penyebab utama.
Apakah Aphelion Berbahaya?
Tidak. Menurut penjelasan resmi BMKG, BRIN, dan Kominfo, Aphelion tidak menyebabkan gangguan kesehatan, penyakit, atau cuaca ekstrem. Klaim yang menyebut Aphelion bisa menurunkan imun tubuh, memicu flu, atau mengganggu tidur adalah hoaks yang sering muncul tiap tahun.
Kesimpulan Singkatnya adalah sebagai berikut:
- Aphelion 2025 terjadi 4 Juli, Bumi berada paling jauh dari Matahari.


