INFOTREN.ID - Solusi atas permasalahan klasik sekolah tiga sesi akhirnya terwujud di Sekolah Dasar Inpres Naimata, Kota Kupang. Setelah bertahun-tahun menghadapi tantangan belajar mengajar bergantian, revitalisasi gedung sekolah kini telah rampung sepenuhnya.
Perjuangan panjang siswa dan guru di SD Inpres Naimata untuk mendapatkan fasilitas belajar yang layak telah berakhir. Revitalisasi yang dilakukan pemerintah ini menjadi titik balik penting bagi kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Pembangunan kembali gedung sekolah ini merupakan sebuah terobosan signifikan. Kebutuhan akan ruang kelas yang memadai akhirnya dapat terpenuhi, mengakhiri sistem pembelajaran yang terbagi menjadi tiga sesi.
Sebelumnya, kondisi ini memaksa siswa dan guru harus bergantian menggunakan fasilitas. Hal ini tentu saja berdampak pada efektivitas proses belajar mengajar yang optimal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Rudy Amalo, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelesaian proyek ini. "Puji Tuhan, akhirnya sekolah ini sudah selesai direvitalisasi," katanya.
Beliau juga menambahkan, "Kita bersyukur bahwa dengan selesainya revitalisasi ini, masalah kelas tiga sesi yang selama ini terjadi di SD Inpres Naimata sudah tidak ada lagi."
Perasaan lega juga diungkapkan oleh Kepala Sekolah SD Inpres Naimata, Yuliana Lema. Ia menyoroti dampak positif revitalisasi ini terhadap semangat belajar anak-anak.
"Siswa-siswi kami sudah bisa belajar dengan baik dan nyaman di kelas masing-masing," ujar Yuliana Lema. Ia menambahkan bahwa hal ini akan sangat berpengaruh pada hasil belajar mereka ke depannya.
Revitalisasi SD Inpres Naimata ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di seluruh wilayah. Perhatian terhadap infrastruktur sekolah menjadi salah satu prioritas utama.