INFOTREN.ID - Ret-ret para imam di Oelolok Training Center, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berlangsung 22–27 September 2025, menghadirkan ruang hening untuk merenungkan panggilan imamat.
Rm. Yudel Neno, Pr, yang kini bertugas di Paroki Santa Filomena Mena, sekaligus pengajar di SMAK Santa Filomena Mena, serta menjabat sebagai Sekretaris Komisi Kepemudaan dan Unio Keuskupan Atambua, mengajak para imam bercermin pada dua tokoh Injil: Yudas Iskariot dan Petrus.
Rm. Yudel Neno, Pr menguraikan secara terperinci, Kisah dan karakter Yudas Iskariot dan Petrus kepada penulis melalui media WhatsApp.
Ia menerangkan bahwa, keduanya sama-sama dipanggil, sama-sama murid yang dekat dengan Yesus, sama-sama mengalami anugerah persahabatan ilahi.
Tetapi akhir kisah mereka berbeda jauh. Yudas jatuh dalam pengkhianatan dan berakhir dalam keputusasaan. Petrus pun jatuh dalam penyangkalan, namun bangkit dalam pertobatan.
Dari sini, muncul pertanyaan mendasar: apa yang membedakan penyesalan yang mematikan dan pertobatan yang menyelamatkan?
Yudas: Penyesalan yang Membeku
Dari sudut paandang iman Katolik menurut Rm. Yudel Neno, Pr, tokoh Yudas adalah murid yang berwajah ambigu.
Di satu sisi, ia dipercaya mengurus kas para rasul. Di sisi lain, Injil Yohanes menyingkapkan kepura-puraannya: pura-pura peduli orang miskin, padahal hatinya hanya terikat pada uang.


