Infotren Sumut, Medan - Ketum TKN Kompas Nusantara dan Ketum Pagar Unri Prabowo–Gibran untuk Rakyat Indonesia, Adi Warman Lubis, memberikan apresiasi mendalam dan penuh doa pada peringatan Milad ke-12 Majelis Taklim Halimah yang dirangkai dengan Haul ke-4 atas berpulangnya Risky Adiguna, putra tercinta dari Bunda Indah, di Medan. Hal itu disampaikannya dalam wawancara bersama awak media pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Adi Warman Lubis menegaskan pentingnya menjaga dakwah dan ukhuwah Islamiyah yang selama ini dijaga oleh Majelis Taklim Halimah. Ia memuji semangat jamaah yang tetap istiqamah serta menganggap momentum tersebut sebagai bukti kuatnya ikatan persaudaraan dan kepedulian sosial.
“Milad ke-12 ini adalah bukti kesetiaan jamaah dalam merawat nilai keislaman, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan dan menjadikan majelis ini semakin maju serta bermanfaat luas bagi umat,” ujar Adi Warman.
Acara juga diisi dengan doa bersama mengenang empat tahun wafatnya Almh. Risky Adiguna. Adi Lubis menyampaikan doa khusus agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Semoga Almh. Risky Adiguna diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dan dilapangkan kuburnya. Doa kita semua adalah bukti cinta kasih yang tak terputus meski telah dipanggil Allah SWT,” tuturnya.
Momentum ini semakin bersejarah dengan Launching Gerakan UMKM Sejuta Ummat, sebuah langkah nyata memperkuat kemandirian ekonomi umat. Adi Warman menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi bangsa yang harus diperkuat agar masyarakat berdaya saing sekaligus menjaga semangat kebersamaan.
“UMKM adalah jalan terbaik meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui gerakan Sejuta Ummat, kita dorong agar masyarakat mandiri secara ekonomi. Ini adalah langkah nyata membangun kemandirian umat dari bawah,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Adi Lubis juga menyinggung sosok Bunda Indah yang menurutnya pantas dijadikan teladan. Ia menilai Bunda Indah bukan sekadar tokoh, tetapi simbol keikhlasan dan kepedulian tanpa batas. “Bunda Indah adalah tokoh luar biasa. Beliau pantas jadi teladan bagi kita semua, terutama saya pribadi. Beliau tidak membedakan suku, ras, agama, dan golongan. Mulai dari tukang sapu jalan hingga presiden, semua dirangkul. Saya pribadi sangat kagum, bahkan sudah menganggap beliau seperti orang tua sendiri walau orang tua takkan pernah tergantikan. Dari beliau saya banyak belajar dan menerima nasehat. Semoga Bunda Indah tetap menjadi bunda untuk semua orang,” ungkapnya penuh haru.
Rangkaian acara semakin khidmat dengan hadirnya banyak tokoh besar yang turut memberikan apresiasi kepada Bunda Indah. Dari kalangan tokoh masyarakat, pemuda, hingga perwakilan aparat penegak hukum, TNI, Polri, pemerintah daerah, bahkan pejabat setingkat gubernur hadir di tengah ribuan jamaah. Kehadiran ini menjadi bukti nyata bahwa Bunda Indah benar-benar dipandang sebagai bunda bagi sejuta ummat.
Adi Lubis menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus Majelis Taklim Halimah, para ulama, tokoh masyarakat, jamaah, serta pelaku UMKM yang hadir. “Semoga perjuangan kita semua mendapat ridha Allah SWT. Mari terus jaga kekompakan, perkuat dakwah, dan dukung gerakan UMKM Sejuta Ummat agar membawa maslahat bagi banyak orang,” pungkasnya.


