INFOTREN.ID - Sejumlah warga RW 06 Kelurahan Salembaran, Kecamatan Kosambi, menyampaikan protes keras terhadap proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di SMAN 5 Kabupaten Tangerang. Aksi unjuk rasa ini berlangsung di halaman sekolah dan dipicu oleh kekecewaan atas tidak lolosnya anak-anak mereka dalam seleksi, meskipun tinggal sangat dekat dari lokasi sekolah.

‎Dalam aksi tersebut, suasana sempat memanas. Salah satu calon wali murid bahkan meluapkan emosinya dengan menggebrak meja saat sesi mediasi dengan pihak sekolah.

‎Devi Ferdiansyah (42), salah satu warga yang turut menyuarakan protes, mengaku heran karena menurutnya nilai akademik anak-anak di lingkungan tersebut cukup baik. Ia menilai sistem seleksi tahun ini tidak berpihak pada masyarakat sekitar.

‎“Anak saya nilai rata-ratanya 85, rumah hanya berjarak sekitar 100 meter dari sekolah, tapi tetap tidak diterima. Kami kecewa karena merasa tidak ada prioritas bagi warga sekitar,” ujar Devi, dikutip Infotren dari laman TangerangNews pada Kamis (10/07/2025).

‎Devi juga menyoroti lemahnya sosialisasi terkait perubahan sistem seleksi, serta tidak adanya mekanisme afirmatif bagi masyarakat lokal.

‎Menurutnya, dari 19 anak yang mendaftar dari RW setempat, hanya 7 orang yang diterima. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah warga.

‎Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN 5 Kabupaten Tangerang, Krisma Dermaki, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi telah dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan resmi.

Halaman:
A
Penulis: Alan Wijaya