INFOTREN.ID - Dunia politik Amerika Serikat (AS) memasuki babak baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Setelah hampir satu tahun masa jabatan keduanya, Presiden Donald Trump menghadirkan wajah baru kekuasaan: bukan hanya pejabat dan pengusaha, tapi influencer para bintang media sosial yang kini menjadi mesin propaganda modern pemerintahan.

Jauh dari sekadar “pemain media,” mereka menjadi senjata strategis dalam membentuk opini publik, menyebarkan pesan politik, dan menekan lawan-lawan yang dianggap musuh negara.

Dari Pinggiran ke Arus Utama

Selama puluhan tahun, Partai Republik mengeluhkan “media liberal” yang dianggap mendominasi narasi nasional. Kini, Trump dan sekutunya membalikkan keadaan.

iklan sidebar-1

Sebuah jaringan media konservatif dan influencer MAGA (Make America Great Again) tumbuh cepat menguasai panggung digital, dari podcast hingga X (dulu Twitter), dari YouTube hingga ruang-ruang berita alternatif.

Reuters melaporkan, jaringan ini mengubah arah informasi Amerika ke kanan, menantang dominasi media lama, dan menyatukan kekuatan bisnis, politik, dan ideologi dalam satu gelombang besar.

Presiden Trump dan Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem bertemu dengan para influencer media sosial berhaluan kanan di Gedung Putih pada bulan Oktober untuk membahas antifa, sebuah gerakan anti-fasis yang ia tetapkan sebagai “organisasi teroris.” REUTERS/Evelyn Hockstein

Kampanye Balasan dari Dunia Maya