Infotren.id - Anggota DPR RI Fraksi PKB, Tommy Kurniawan, menggelar kegiatan serap aspirasi masyarakat di Graha Lariss, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/4/2025). Mengusung tema "Ekonomi Kerakyatan yang Berkeadilan", acara ini dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM yang berharap suara mereka didengar dan diwujudkan. Janji-janji manis tentang keadilan ekonomi sudah sering didengar para pelaku UMKM Bogor. Kini mereka menanti bukti nyata, bukan sekadar kata-kata.

Tommy Kurniawan, atau akrab disapa Tomkur, menyatakan bahwa kegiatan ini penting untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait ekonomi berkeadilan, sesuai dengan sila kelima Pancasila. Ia menegaskan bahwa pondasi ekonomi bangsa dimulai dari ekonomi kerakyatan yang merata. 

"Kita kumpul di sini untuk diskusi sekaligus menyerap apa yang ingin disampaikan masyarakat, terutama pengusaha UMKM," ujar Tommy Kurniawan. 

"Kita juga ingin memastikan pembangunan ekonomi dapat dirasakan secara merata dan berkeadilan," sambungnya.  

Namun, kata-kata ini terdengar klise di telinga pelaku UMKM yang telah lama berjuang dengan keterbatasan modal dan pemasaran. Mereka membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar janji-janji manis.

Dalam kesempatan tersebut, pelaku UMKM seperti Pak Didi dan Ibu Yuyun menyampaikan aspirasi mereka terkait pembiayaan dan pelatihan usaha mikro dan kecil. Mereka juga menuntut perhatian pemerintah agar memudahkan permodalan dengan pengembalian yang meringankan, serta pendampingan dalam pemasaran produk agar dapat menyebar luas. Aspirasi ini bukan hal baru, namun seringkali terabaikan oleh para wakil rakyat.

Tommy Kurniawan berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat, terutama UMKM, agar produk mereka dapat tersebar luas dan permodalan serta pengembaliannya dipermudah. 

"InshaAllah, komitmen kita bersama untuk terus menjaga dan membantu Bapak dan Ibu pengusaha UMKM agar terus bertahan dalam usahanya dan berkembang secara baik," ucapnya. 

Pelaku UMKM Bogor menanti aksi nyata dari Tommy Kurniawan dan para wakil rakyat lainnya. Mereka membutuhkan solusi konkret, bukan sekadar janji-janji manis yang tak kunjung terealisasi. Mereka membutuhkan dukungan nyata agar usaha mereka dapat berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.