JAKARTA, Infotren.id - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyampaikan informasi mengenai kematian 2 (dua) ekor anak harimau benggala (Panthera tigris tigris) koleksi Eks Kebun Binatang Bandung (KBB) bernama Hara dan Huru yang masing-masing berusia 8 (delapan) bulan. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan nekropsi, kedua satwa dinyatakan mati akibat infeksi Feline Panleukopenia Virus (FPV), yaitu penyakit virus yang sangat menular dan punya tingkat kematian tinggi pada satwa famili Felidae, khususnya pada usia muda.

Menurut Plt. Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Ammy Nurwaty, kejadian bermula pada 22 Maret 2026, ketika Tim Medis Eks Kebun Binatang Bandung melaporkan kepada petugas piket Balai Besar KSDA Jawa Barat bahwa anak harimau benggala bernama Hara menunjukkan gejala penurunan aktivitas, muntah, dan diare. 

Dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya parasit cacing pada muntahan, sehingga satwa diberikan obat antiparasit, penurun asam lambung, dan vitamin.

Balai Besar KSDA Jawa Barat berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung serta tim medis veteriner UPTD Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat untuk penanganan bersama.

“Sebagai langkah antisipasi, harimau Huru yang berada dalam satu kandang juga diberikan vitamin dan obat cacing, serta kedua satwa kemudian dipisahkan kandangnya untuk mencegah penularan,” ungkap Ammy, dalam siaran pers Kementerian Kehutanan (Kemenhut), 28 Maret 2026.

“Sejak laporan awal kami terima, kami langsung berkoordinasi dan melakukan penanganan terpadu bersama tim medis dan instansi terkait. Beragam upaya pengobatan dan pencegahan penularan sudah dilakukan secara maksimal, termasuk pemisahan kandang dan pemberian terapi intensif,” sambungnya.

Pada 23 Maret 2026, kondisi Hara dilaporkan menurun dengan gejala klinis berupa diare disertai darah. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan menggunakan rapid test Feline Panleukopenia Virus (FPV) dari sampel feses dan menunjukkan hasil positif. 


BBKSDA Jawa Barat mengungkapkan penyebab kematian dua ekor anak harimau benggala koleksi Eks Kebun Binatang Bandung. foto: Kemenhut