INFOTREN.ID - Peristiwa tragis terjadi di Kota Semarang pada Jumat malam, 15 Mei 2026, ketika hujan deras memicu luapan air dari Sungai Anak Cilandak. Luapan sungai tersebut mengakibatkan jebolnya tembok pembatas rumah milik salah satu warga di Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan.
Dampak kerusakan cukup signifikan, dengan robohnya pembatas bangunan sepanjang kurang lebih 10 meter. Selain itu, struktur atap bagian belakang rumah tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat kuatnya arus air yang menerjang.
Air banjir dilaporkan mencapai ketinggian sekitar dua meter di kediaman Yuli Trianto (43), yang membuat area dapur dan kamar mandi tergenang total. Seluruh perabotan rumah tangga, pakaian, dokumen penting seperti milik anak sekolah, dan barang elektronik ikut terendam lumpur.
Yuli Trianto, pemilik rumah yang sehari-hari bekerja sebagai reparasi sofa, menceritakan kronologi kejadian tersebut. "Itu debitnya (air sungai) naik, terus tembok belakang jebol. Air masuk ke dalam semua," ujar Yuli Trianto, pemilik rumah.
Akibat kerusakan fasilitas sanitasi, seluruh anggota keluarga Trianto harus mengandalkan fasilitas tetangga untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK). Meskipun rumahnya porak-poranda, Yuli Trianto memilih untuk bertahan di lokasi bersama ketiga anaknya.
"Yang kena itu bagian dapur sama kamar mandi. Sekarang mandi harus ngampung di tetangga," ucap Yuli Trianto, pemilik rumah.
Kerugian material yang dialami keluarga Trianto belum dapat dihitung secara pasti. Beberapa barang elektronik seperti mesin cuci dan kulkas masih tertutup lumpur sehingga belum dapat dipastikan apakah masih berfungsi atau tidak.
Trianto mengungkapkan bahwa ia tidak sempat menyelamatkan harta benda karena prioritas utama saat debit air naik dengan cepat adalah keselamatan anak-anaknya. "Semua barang terdampak buku anak, tas, pakaian, tempat tidur terendam. Belum aset lainnya, mesin cuci, kulkas, belum tahu ini masih berfungsi apa tidak," ungkap Yuli Trianto, pemilik rumah.
Ia menekankan bahwa arus air masuk secara mendadak dan cepat ke dalam bangunan, sehingga fokus utama adalah evakuasi. "Nggak sempat menyelamatkan apa-apa menyelamatkan anak saja. Itu air langsung masuk banter ke rumah," ungkap Yuli Trianto, pemilik rumah.