TANGSEL, Infotren.id – Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten kembali menggelontorkan anggaran untuk proyek infrastruktur. Kali ini, revitalisasi Flyover Ciputat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyedot dana sekitar Rp3 miliar untuk penanganan sepanjang 700 meter.
Di atas kertas, proyek ini tampak menjanjikan. Peningkatan kualitas jalan, perbaikan drainase, hingga pengecatan ulang disebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Namun di lapangan, publik justru dihadapkan pada persoalan klasik, yaitu minimnya transparansi informasi proyek, Kamis (23/4/2026).
Alih-alih menyajikan keterbukaan, proyek yang tengah berjalan ini tidak dilengkapi papan informasi. Tidak ada keterangan jelas mengenai sumber anggaran, pelaksana kegiatan, maupun jangka waktu pekerjaan secara resmi.
Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin proyek bernilai miliaran rupiah berjalan tanpa keterbukaan informasi kepada masyarakat?
Padahal, keberadaan papan proyek bukan sekadar formalitas. Ia merupakan bentuk akuntabilitas publik, sekaligus hak masyarakat untuk mengetahui bagaimana uang negara dibelanjakan. Ketika informasi dasar saja tidak tersedia, wajar jika publik mulai mempertanyakan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Revitalisasi Flyover Ciputat, Sutarto, menjelaskan bahwa papan proyek sebenarnya telah dipasang di wilayah Balaraja dan sekitar lokasi Flyover Ciputat. Namun, papan di lokasi Ciputat disebut telah diambil kembali karena diduga akan diambil oleh pihak yang tidak dikenal.
“Papan proyek ada di Balaraja dan Flyover Ciputat, tapi yang di Ciputat diambil kembali karena akan diambil seseorang. Kalau anggaran sekitar Rp11 miliar sudah dipotong PPN, kalau untuk Flyover Ciputat sekitar Rp 3 milliar” ujar Sutarto kepada wartawan.
Di sisi lain, pekerjaan fisik terus berjalan. Pengurasan saluran air dilakukan untuk mencegah genangan, rumput liar dibersihkan, serta pengecatan ulang dilakukan guna memperbaiki tampilan flyover.