INFOTREN.ID - Kabar mengejutkan datang dari Jakarta Selatan setelah badan Jalan Lenteng Agung Raya di Jagakarsa mengalami ambles pada Jumat, 29 Mei 2026. Peristiwa ini segera menarik perhatian anggota dewan, menyusul kondisi jalan yang baru saja selesai diperbaiki oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Insiden ini diduga kuat dipicu oleh kondisi keroposnya struktur hong atau beton saluran air yang berada tepat di bawah lapisan aspal jalan. Kerusakan berulang di titik yang sama ini memicu kritik tajam mengenai kualitas pekerjaan infrastruktur yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nabilah Aboebakar Alhabsy, menyampaikan kekecewaannya terhadap pola perbaikan yang diterapkan. Ia menyoroti bahwa sebelum pengaspalan dilakukan, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta sebenarnya sudah melakukan pemeriksaan saluran di lokasi tersebut.

Kondisi ini menunjukkan adanya masalah mendasar dalam sinkronisasi pengerjaan antarinstansi pemerintah. Pengerjaan perbaikan jalan dan saluran air sering kali dilakukan secara terpisah tanpa koordinasi yang memadai, yang berujung pada kegagalan struktural.

Dilansir dari Investor Daily, Nabilah menegaskan bahwa masyarakat menuntut hasil kerja yang benar-benar tuntas dan terintegrasi, bukan perbaikan yang hanya bertahan dalam hitungan hari saja. Hal ini menunjukkan ketidakpuasan publik terhadap efektivitas anggaran yang dikeluarkan.

"Masyarakat tidak butuh perbaikan yang hanya bertahan hitungan hari. Yang dibutuhkan adalah pekerjaan yang benar-benar tuntas, terintegrasi, dan memiliki kualitas," kata Nabilah Aboebakar Alhabsy.

Legislator dari daerah pemilihan Jakarta Selatan ini menekankan bahwa kerusakan yang terus terjadi mencerminkan kelemahan serius dalam sistem pengawasan dan perencanaan proyek. Pola "tambal sulam" ini dianggap sebagai pemborosan anggaran daerah tanpa memberikan jaminan keamanan jangka panjang bagi warga pengguna jalan.

"Kalau jalan yang baru diperbaiki kemudian kembali amblas, berarti ada persoalan serius dalam perencanaan dan pengawasan pekerjaan. Ini bukan sekadar soal tambal jalan, tetapi menyangkut kualitas kerja pemerintah," ujarnya lebih lanjut.

Oleh karena itu, Nabilah mendesak agar segera dilakukan audit teknis yang komprehensif di lokasi amblesnya jalan tersebut. Audit ini harus mencakup pemeriksaan mendalam terhadap struktur tanah, kualitas pengerjaan, dan sistem drainase yang ada di bawah permukaan jalan raya.