INFOTREN.ID - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tengah mematangkan serangkaian skema perlindungan khusus untuk jemaah haji yang masuk kategori rentan. Fokus utama perlindungan ini adalah para jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kepadatan pergerakan massal yang mungkin terjadi pada puncak ibadah haji. Informasi mengenai persiapan matang ini telah disampaikan oleh PPIH Arab Saudi, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Sabtu (23/5).
Kewajiban fundamental bagi seluruh jemaah tetap harus dipenuhi, termasuk menjalani wukuf di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Keputusan ini sangat krusial karena wukuf adalah rukun utama yang menentukan keabsahan seluruh rangkaian ibadah haji yang dilaksanakan.
Mengenai keharusan melaksanakan wukuf, Haris Muslim, Musyrif Diniyah PPIH Arab Saudi, menegaskan pentingnya kehadiran mereka di lokasi utama ibadah tersebut. "Dengan skema apa pun mereka tetap harus berada di Arafah agar hajinya sah," kata Haris Muslim, Musyrif Diniyah PPIH Arab Saudi.
Pihak panitia turut menekankan bahwa syariat Islam telah memberikan keringanan bagi umat yang menghadapi keterbatasan fisik maupun penyakit tertentu. Regulasi ini mengelompokkan lima kategori jemaah uzur yang berhak mendapatkan layanan dan fasilitas penunjang khusus selama di tanah suci.
Kelima kategori jemaah yang dimaksud meliputi jemaah berisiko tinggi, lansia, penyandang disabilitas, jemaah dengan obesitas, serta para pendamping yang mendampingi mereka. Keberadaan pendamping ini dinilai sangat vital dalam memastikan kelancaran prosesi ibadah.
"Pendamping ini penting karena mereka membutuhkan bantuan selama proses ibadah di Armuzna," ujar Haris Muslim, Musyrif Diniyah PPIH Arab Saudi.
Salah satu terobosan baru yang telah diujicobakan adalah penerapan skema murur saat mabit di Muzdalifah. Dalam skema ini, jemaah uzur tidak perlu turun dari kendaraan, melainkan hanya melintas di lokasi tersebut menggunakan bus yang telah disiapkan.
Armada bus khusus telah dipersiapkan untuk mengangkut jemaah lansia dan rentan dari Arafah langsung menuju Mina, bertujuan utama untuk meminimalisir risiko kesehatan akibat berdesak-desakan dengan massa dalam jumlah besar.