INFOTREN.ID - PT Honda Prospect Motor (HPM) menilai pasar otomotif nasional masih memiliki peluang untuk tumbuh pada semester II 2026, meski industri masih dibayangi sejumlah tantangan seperti daya beli masyarakat, tingkat suku bunga, hingga fluktuasi nilai tukar rupiah.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengatakan kebutuhan mobilitas masyarakat masih menjadi penopang utama pergerakan pasar otomotif sepanjang semester pertama tahun ini.
Menurutnya, aktivitas ekonomi yang terus berjalan, program penjualan dari produsen, serta semakin beragamnya pilihan kendaraan turut menjaga permintaan mobil di pasar domestik.
Meski demikian, Yusak menilai kondisi pasar masih cukup dinamis. Konsumen kini mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan membeli kendaraan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Memasuki semester kedua 2026, Honda memandang peluang pertumbuhan pasar masih terbuka. Namun, faktor ekonomi dan politik, baik di dalam negeri maupun global, diperkirakan tetap memengaruhi tingkat kepercayaan konsumen.
Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Honda akan terus menyesuaikan strategi bisnisnya dengan menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan pasar. Salah satunya melalui Honda Brio Satya S CVT yang menyasar segmen pembeli mobil pertama.
Selain memperkuat lini produk, perusahaan juga berencana memperluas jaringan dealer di berbagai wilayah potensial agar semakin dekat dengan konsumen dan meningkatkan kualitas layanan purna jual.
Di sisi lain, Honda mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi industri otomotif, mulai dari daya beli masyarakat, tingkat suku bunga, nilai tukar rupiah, hingga kondisi pembiayaan kendaraan.
Menurut Yusak, pembelian mobil merupakan keputusan finansial yang cukup besar sehingga berbagai faktor ekonomi tersebut dapat memengaruhi minat maupun waktu konsumen dalam melakukan pembelian.