INFOTREN.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Rabu, 3 Juni 2026, menunjukkan volatilitas yang ekstrem. Setelah sehari sebelumnya berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 1,11%, IHSG kini berbalik arah dengan koreksi yang sangat dalam.
Pada waktu perdagangan menjelang tengah hari, tepatnya pukul 11.00 WIB, IHSG tercatat telah terdepresiasi lebih dari empat persen dari penutupan sebelumnya. Penurunan ini menyebabkan indeks gagal mempertahankan level psikologis penting di angka 6.000 poin.
Kondisi pasar pada saat itu menunjukkan dominasi sentimen negatif yang kuat di kalangan investor domestik. Data perdagangan mengindikasikan bahwa dari total saham yang diperdagangkan, mayoritas bergerak melemah.
Secara kuantitatif, sebanyak 679 saham tercatat mengalami penurunan harga pada sesi tersebut. Sebagai perbandingan, hanya 75 saham saja yang berhasil ditutup menguat, sementara 205 saham lainnya bertahan stagnan.
Aksi jual masif ini turut tercermin dalam nilai transaksi yang tercatat pada sesi tersebut. Total nilai transaksi mencapai Rp 13,14 triliun, menggambarkan likuiditas pasar yang tinggi namun didorong oleh aksi jual.
Pergerakan saham tersebut melibatkan volume perdagangan yang substansial, yakni sebanyak 20,47 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui 1,56 juta kali transaksi. Hal ini menandakan adanya pergerakan dana yang signifikan keluar dari pasar modal.
Akibat dari tekanan jual yang intensif tersebut, kapitalisasi pasar saham nasional ikut mengalami penyusutan yang signifikan. Kapitalisasi pasar terpangkas dan menyentuh angka Rp 10.454 triliun pada tengah hari perdagangan.
Pelemahan drastis ini diduga kuat dipicu oleh arus keluar modal investor asing yang terjadi pasca pengumuman rebalancing indeks global oleh MSCI. Investor asing cenderung merealokasi dana mereka mengikuti perubahan komposisi indeks acuan tersebut.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, koreksi tajam ini menjadi sorotan utama pasar setelah IHSG sempat menunjukkan performa positif di hari sebelumnya. "Penurunan signifikan ini terjadi setelah indeks berhasil ditutup menguat 1,11% pada hari sebelumnya," demikian informasi yang disampaikan mengenai perbandingan performa harian.