INFOTREN.ID - Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara, baru-baru ini menyampaikan sebuah gagasan penting terkait optimalisasi program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Usulan tersebut berfokus pada penguatan alokasi beasiswa untuk institusi pendidikan tinggi di dalam negeri.

Inisiatif ini disampaikan oleh Prof Tatacipta saat dirinya turut hadir dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik yang diselenggarakan oleh Panitia Kerja Revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Kegiatan ini melibatkan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Sebagai informasi, Beasiswa LPDP merupakan sebuah program bergengsi yang dirancang untuk memberikan bantuan pendanaan bagi para mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana. Skema beasiswa ini mencakup studi baik di dalam maupun di luar negeri.

Prof Tatacipta Dirgantara menegaskan pentingnya fokus pada pengembangan pendidikan di tanah air. "Kami mengusulkan agar alokasi Beasiswa LPDP untuk kampus dalam negeri diperkuat," ujar beliau.

Usulan ini mencerminkan pandangan bahwa investasi pada sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi di dalam negeri memiliki potensi besar untuk kemajuan bangsa. Penguatan ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas yang siap berkontribusi pada pembangunan nasional.

Penyampaian gagasan ini dilakukan dalam forum resmi yang membahas revisi UU Sisdiknas, menunjukkan adanya upaya sinergis antara akademisi dan pembuat kebijakan. Diskusi ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan menyempurnakan kerangka hukum pendidikan nasional.

Beasiswa LPDP sendiri telah dikenal luas sebagai salah satu instrumen penting dalam mencetak generasi unggul. Program ini memberikan kesempatan bagi putra-putri bangsa untuk mengejar cita-cita akademis tanpa terkendala biaya.

Ditekankan pula oleh Prof Tatacipta bahwa penguatan beasiswa untuk dalam negeri bukan berarti mengabaikan studi di luar negeri, melainkan sebuah penyesuaian prioritas strategis. Fokus ini diharapkan dapat merangsang inovasi dan riset yang relevan dengan kebutuhan spesifik Indonesia.

Kunjungan kerja Komisi X DPR RI ini menjadi wadah dialog konstruktif antara wakil rakyat dan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Berbagai masukan, termasuk dari Rektor ITB, diharapkan dapat memperkaya substansi revisi UU Sisdiknas.