INFOTREN.ID - Otoritas China telah mengambil langkah pencegahan signifikan dengan memerintahkan evakuasi lebih dari 900.000 warganya. Keputusan ini diambil seiring dengan semakin dekatnya Topan Bavi yang diperkirakan akan menghantam daratan.

Topan Bavi diprediksi membawa potensi kerusakan yang luas, menimbulkan kekhawatiran serius bagi masyarakat yang berada di jalur badai. Peringatan ini dikeluarkan setelah serangkaian peristiwa cuaca ekstrem yang telah melanda wilayah selatan dan tengah China.

Sebelumnya, cuaca ekstrem yang terjadi minggu ini telah menimbulkan dampak yang sangat merugikan. Sedikitnya 39 orang dilaporkan menjadi korban jiwa akibat berbagai insiden terkait cuaca buruk tersebut.

Selain korban jiwa, fenomena cuaca ekstrem ini juga menyebabkan puluhan sungai meluap dari tepiannya. Kondisi ini memicu peringatan banjir di berbagai daerah yang dilalui aliran sungai tersebut.

Keadaan diperparah dengan laporan adanya beberapa bendungan yang mengalami jebol. Peristiwa ini menambah tingkat kekhawatiran akan keselamatan warga serta potensi kerusakan infrastruktur yang lebih parah.

"Menghadapi ancaman topan dahsyat, otoritas China telah mengambil langkah sigap dengan mengevakuasi lebih dari 900.000 warganya," demikian disebutkan dalam pemberitaan HOTNEWS.ID.

Lebih lanjut, pemberitaan tersebut menguraikan bahwa "Perintah evakuasi ini dikeluarkan seiring makin dekatnya Topan Bavi ke wilayah daratan."

"Badai yang diperkirakan akan mendarat ini telah menimbulkan kekhawatiran serius akan potensi kerusakan yang lebih luas," lanjut pemberitaan HOTNEWS.ID.

"Sebelumnya, cuaca ekstrem telah menyebabkan dampak signifikan di wilayah selatan dan tengah China," demikian informasi yang disampaikan.