INFOTREN.ID - Perhatian aparat kepolisian di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, tersita oleh sebuah aksi yang melibatkan puluhan pelajar dan pemuda pada suatu momen tak terduga. Kegiatan tersebut berpusat pada pengibaran bendera Bintang Kejora.
Aksi pengibaran bendera yang diduga memiliki kaitan dengan gerakan simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) ini dilaporkan melibatkan sekitar 50 orang. Peserta aksi merupakan gabungan dari kalangan pelajar dan pemuda di wilayah tersebut.
Akibat dari kegiatan tersebut, sebanyak delapan orang yang teridentifikasi sebagai siswa dari SMA Tabernakel kini berada dalam penahanan pihak kepolisian. Penahanan ini dilakukan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian melakukan penahanan terhadap delapan siswa tersebut sebagai bagian dari upaya investigasi mendalam. Hal ini bertujuan untuk menggali informasi terkait peran dan keterlibatan mereka dalam aksi yang terjadi.
"Peristiwa ini sontak menimbulkan perhatian pihak kepolisian setempat," demikian bunyi laporan dari HOTNEWS.ID.
Kegiatan pengibaran bendera Bintang Kejora ini diduga kuat memiliki kaitan dengan simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Hal ini menjadi salah satu fokus dalam penyelidikan yang sedang berjalan.
Peserta yang terlibat dalam aksi tersebut diketahui berjumlah kurang lebih 50 orang. Mereka terdiri dari gabungan pelajar dan pemuda yang turut serta dalam kegiatan tersebut.
"Mereka terdiri dari gabungan pelajar dan pemuda yang turut serta dalam kegiatan tersebut," demikian kutipan dari HOTNEWS.ID.
Dari jumlah tersebut, sebanyak delapan orang yang merupakan siswa dari SMA Tabernakel kini masih menjalani penahanan. Status mereka masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.