INFOTREN.ID - Peristiwa mengejutkan terjadi di Pangkalan Kuras, Pelalawan, Riau, di mana seorang gadis berusia 14 tahun dilaporkan kembali ke pelukan keluarganya setelah menghilang selama kurang lebih satu bulan. Kepulangannya membawa cerita pilu yang mengguncang.
Kepergian korban berawal pada Sabtu, 13 Juni, saat ia meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi ke pasar malam bersama seorang temannya. Namun, nasib berkata lain, karena korban tidak kunjung pulang ke rumah pada keesokan harinya.
Setelah sebulan penuh diliputi kecemasan, gadis remaja tersebut akhirnya ditemukan dan kembali ke rumah orang tuanya. Kepulangannya disambut haru oleh keluarga yang telah menunggunya dengan penuh harap.
Dalam keterangan yang mengejutkan, korban mengungkapkan bahwa selama masa hilangnya, ia diduga mengalami pelecehan. Pengakuan ini sontak membuat seluruh keluarga terpukul dan segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian di Pangkalan Kuras, Pelalawan, Riau, bergerak cepat. Tim investigasi berhasil mengamankan seorang pria berinisial AF (25 tahun) yang diduga kuat sebagai pelaku dalam kasus dugaan pencabulan ini.
"Kami telah menerima laporan dan segera melakukan penyelidikan. Pelaku AF (25) telah kami amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dugaan kasus ini," ujar seorang petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya.
"Pihak kepolisian terus mendalami keterangan dari korban dan pelaku untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi selama korban menghilang," tambah petugas tersebut.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Riau, dengan fokus pada perlindungan anak dan penegakan keadilan bagi korban. Proses hukum terhadap AF (25) akan dilanjutkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dikutip dari HOTNEWS.ID, kasus ini membuka kembali kesadaran akan pentingnya pengawasan dan perlindungan terhadap anak-anak di lingkungan sekitar kita.