INFOTREN.ID - Pada Minggu, 26 Juli 2026, dunia teknologi digemparkan oleh insiden tak terduga yang melibatkan salah satu raksasa komputasi awan global. Huawei Cloud, layanan yang menjadi tulang punggung berbagai aktivitas digital, mengalami kelumpuhan operasional yang cukup parah.

Gangguan masif ini mulai terdeteksi oleh para pengguna pada pukul 02:15 WIB. Sejak saat itu, laporan mengenai ketidakmampuan mengakses layanan mulai membanjiri platform pemantau status layanan, menandakan dimulainya masalah teknis yang meluas.

Puncak dari kelumpuhan layanan Huawei Cloud tercatat pada pukul 03:15 WIB. Pada jam inilah, kepadatan laporan mencapai titik tertinggi, mengindikasikan skala permasalahan yang sangat besar dan dampaknya yang melintasi berbagai wilayah operasional perusahaan.

Peristiwa ini berdampak luas bagi pengguna di berbagai belahan dunia. Mulai dari bisnis yang mengandalkan infrastruktur awan untuk operasional sehari-hari, hingga pengembang aplikasi yang membutuhkan stabilitas platform, semuanya merasakan imbas dari kelumpuhan ini.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, insiden ini menyebabkan kelumpuhan layanan yang berlangsung cukup lama, memengaruhi aktivitas pengguna di berbagai belahan dunia. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran mengenai keandalan layanan komputasi awan.

"Gangguan tersebut mulai terdeteksi dan dilaporkan oleh para pengguna pada platform pemantau status layanan sejak pukul 02:15 WIB," ungkap sumber terpercaya, merujuk pada awal mula krisis teknologi ini.

Lebih lanjut, sumber yang sama menambahkan, "Puncak dari laporan mengenai kelumpuhan layanan Huawei Cloud tercatat pada pukul 03:15 WIB." Pernyataan ini menggambarkan momen kritis ketika masalah teknis mencapai titik puncaknya.

Meskipun durasi pasti pemulihan belum sepenuhnya terperinci dalam laporan awal, durasi kelumpuhan yang mencapai hampir 10 jam tentu menjadi catatan penting. Hal ini menunjukkan tantangan teknis yang dihadapi Huawei Cloud dalam mengatasi masalah tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya redundansi dan rencana mitigasi bencana yang kuat bagi penyedia layanan komputasi awan. Keandalan layanan digital menjadi krusial di era modern yang semakin bergantung pada teknologi.