JAKARTA - Dunia musik gempar! Central Cee, rapper Inggris yang namanya melambung tinggi, membuat keputusan mengejutkan. Di balik kesuksesan dan popularitasnya, ia menemukan panggilan jiwa yang membawanya pada perjalanan spiritual. Kini, ia seorang mualaf bernama Akil, siap memulai babak baru dalam hidupnya. Bagaimana kisah transformasi sang Central Cee ini?

Masa Lalu yang Penuh Warna

Oakley Neil Caesar-Su, yang lebih dikenal sebagai Central Cee, lahir pada 4 Juni 1998 di Ladbroke Grove, London. Dibesarkan dalam keluarga multi-etnis, dengan ibu berdarah Inggris dan ayah keturunan Guyana-Tiongkok, Cee tumbuh dengan pengaruh musik yang beragam.

"Dari kecil, ia sudah menulis puisi dan lirik rap, yang sering diperlihatkan kepada ibunya," seperti dikutip dari Popbela. Masa kecilnya juga diwarnai dengan musik Amerika dari sang ayah, serta reggae dan dancehall dari Notting Hill Carnival.

Awal Karier yang Penuh Perjuangan

Central Cee memulai karirnya di dunia musik sejak usia muda. Penampilannya di serial "Fire in the Streets" pada tahun 2014 menjadi titik awal. Ia juga sempat merilis beberapa proyek awal, termasuk EP "17", "Nostalgia", dan "CS Vol. 1".

Namun, perjalanan Cee tidak selalu mulus. Ia sempat bekerja di toko sepatu dan bahkan menjual barang terlarang untuk bertahan hidup. Pengalaman-pengalaman inilah yang kemudian mewarnai lirik dan gaya musiknya yang jujur dan relatable.

Meroketnya Popularitas Sang Rapper

Titik balik dalam karir Central Cee terjadi pada tahun 2020, dengan dirilisnya single "Day in the Life". Lagu ini sukses besar dan membuka jalan bagi single-single hits lainnya, seperti "Loading" dan "Molly".