INFOTREN.ID - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi melayangkan usulan penting terkait peningkatan jumlah perempuan yang duduk di kursi legislatif nasional. Dorongan ini secara spesifik ditujukan untuk gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) yang dijadwalkan pada tahun 2029 mendatang.

Usulan yang membawa angin segar bagi kesetaraan gender ini datang langsung dari pucuk pimpinan partai. Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, menjadi sosok yang menyuarakan aspirasi ini dengan penuh keyakinan.

Beliau secara tegas menekankan perlunya perhatian khusus diberikan kepada kaum perempuan. Peningkatan akses dan peran perempuan di berbagai sektor yang krusial menjadi sorotan utama dalam pandangan beliau.

Pernyataan penting ini disampaikan oleh Muhamad Mardiono dalam sebuah forum yang strategis. Acara tersebut adalah Rapat Pimpinan Nasional I Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) yang diselenggarakan di wilayah Tangerang, Banten.

Perhelatan akbar yang menjadi wadah penentuan arah kebijakan ini berlangsung pada hari Jumat. Tanggal yang tercatat sebagai momen penting penyampaian usulan ini adalah 17 Juli 2026.

"Penting bagi kita untuk memberikan perhatian khusus kepada perempuan dan memastikan mereka mendapatkan akses yang lebih luas di berbagai sektor krusial," ujar Muhamad Mardiono.

PPP meyakini bahwa dengan peningkatan kuota perempuan di legislatif, suara dan aspirasi masyarakat dari berbagai lapisan akan terwakili secara lebih merata. Hal ini diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PPP untuk mewujudkan tatanan demokrasi yang lebih representatif. Keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional dinilai sangat vital untuk pembangunan bangsa yang berkelanjutan.

Dikutip dari HOTNEWS.ID, usulan ini mencerminkan keseriusan partai dalam memperjuangkan kesetaraan gender di ranah politik. Target lebih dari 30% keterwakilan perempuan di legislatif menjadi tolok ukur keberhasilan yang ingin dicapai.