DENPASAR, INFOTREN — Di sebuah rumah sederhana di Bali, nama besar itu kini lebih banyak diucapkan dalam doa daripada sorak arena pertandingan.
Pino Bahari, salah satu legenda terbesar tinju Indonesia, tengah menjalani masa pemulihan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang cukup serius di Denpasar. Namun di tengah proses pemulihan tersebut, dukungan terus mengalir bagi mantan petinju nasional yang selama puluhan tahun mengharumkan nama Indonesia di ring Asia hingga dunia.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, secara langsung mengunjungi kediaman Pino di Bali sebagai bentuk perhatian dan penghormatan terhadap sosok yang dianggap telah memberikan kontribusi besar bagi olahraga nasional.
Kunjungan itu berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Tidak sekadar menjenguk, Marciano datang membawa pesan bahwa Indonesia belum selesai dengan nama Pino Bahari.
“Semoga kondisi fisik Pino segera pulih membaik dan dapat kembali beraktivitas. Saya berharap legenda tinju seperti Pino dapat terus melahirkan atlet-atlet tinju hebat,” ujar Marciano.
Pino sebelumnya mengalami kecelakaan di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar, pada 13 April 2026. Insiden tersebut menyebabkan patah tulang engkel kaki kiri serta retak tulang rusuk yang mengharuskannya menjalani operasi sebelum akhirnya diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan di rumah.
Di tengah kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, semangat Pino terhadap dunia olahraga rupanya belum berubah. Dalam pertemuan itu, ia turut menyampaikan harapan agar negara memberi perhatian lebih serius terhadap masa depan atlet-atlet berprestasi setelah pensiun dari dunia olahraga.
Menurut Pino, sudah saatnya Indonesia memiliki regulasi yang lebih kuat terkait dana pensiun maupun perlindungan jangka panjang bagi atlet nasional yang telah mengharumkan nama bangsa.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Ketum KONI Pusat. Marciano menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan dukungan yang lebih memadai bagi para atlet berprestasi, termasuk ketika mereka memasuki masa pensiun.