Infotren.id - Kabupaten Bogor dikenal memiliki kontur geografis yang didominasi oleh perbukitan, lereng, dan kawasan pegunungan. Hal ini membuat wilayah tersebut rentan terhadap bencana geologi, seperti tanah longsor dan pergerakan tanah, terutama saat memasuki musim hujan atau cuaca ekstrem.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat bahwa sebanyak 26 kecamatan di wilayahnya masuk kategori rawan longsor dengan potensi menengah hingga tinggi. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko, menyebutkan bahwa secara umum potensi gerakan tanah pada bulan Agustus tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya. 

Hanya saja, cakupan wilayah yang terdeteksi memiliki potensi tinggi mengalami penyusutan, sementara potensi rendah mengalami peningkatan.

“Dari total 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, 26 di antaranya memiliki potensi menengah hingga tinggi terjadinya gerakan tanah” ujar Aris dalam keterangannya.

Adapun 26 kecamatan yang rawan tanah longsor dan pergerakan tanah tersebut adalah:

1. Babakanmadang
2. Bojonggede
3. Ciawi
4. Cariu
5. Cibinong
6. Cigudeg
7. Cileungsi
8. Cisarua
9. Ciseeng
10. Citeureup
11. Gunung Putri
12. Gunungsindur
13. Jasinga
14. Klapanunggal
15. Leuwisadeng
16. Leuwiliang
17. Nanggung
18. Parung
19. Parungpanjang
20. Sukajaya
21. Sukamakmur
22. Sukaraja
23. Tajurhalang
24. Tanjungsari
25. Tenjo
26. Tamansari

Wilayah-wilayah tersebut memiliki kontur tanah labil, ditambah faktor curah hujan tinggi, perubahan tata guna lahan, serta aktivitas manusia seperti pembangunan dan pertanian di lereng yang memperparah risiko longsor.

Selain tanah longsor, BPBD juga mengungkap bahwa ada 14 kecamatan lainnya yang memiliki potensi banjir bandang dan aliran bahan rombakan (material lumpur dan batu yang terbawa aliran air). Daerah tersebut adalah: