INFOTREN.ID - Langkah diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Pakistan kembali menemui jalan buntu. Kedua negara besar ini dilaporkan gagal mengamankan kesepakatan substansial dalam pertemuan yang berlangsung baru-baru ini.
Kegagalan ini segera memicu reaksi keras dari pihak Teheran yang menuding Washington memiliki agenda tersembunyi di balik dialog tersebut. Iran menduga AS secara aktif mencari celah atau alasan untuk menghentikan proses perundingan.
Menurut informasi yang diangkat oleh kantor berita Fars Iran, kemajuan menuju kesepakatan sangat bergantung pada kesediaan AS untuk merevisi tuntutan mereka yang dianggap tidak realistis oleh Iran. Hal ini menjadi titik krusial dalam pembahasan.
Isu mengenai keamanan dan regulasi di kawasan Selat Hormuz menjadi salah satu isu paling sensitif dan kontroversial yang harus diselesaikan oleh kedua belah pihak. Selat Hormuz dikenal sebagai jalur pelayaran vital dunia.
"Jalan menuju kesepakatan bergantung pada perubahan tuntutan AS yang dianggap Iran tidak masuk akal," demikian pernyataan dari kantor berita Fars Iran mengenai inti permasalahan perundingan tersebut.
Dilansir Al-Jazeera, Minggu (12/4/2026), upaya teknis masih terus dilakukan oleh tim ahli dari kedua negara untuk menjajaki kemungkinan adanya titik temu di antara perbedaan pandangan yang tajam.
Para mediator yang melibatkan otoritas Pakistan dilaporkan masih bekerja keras di balik layar untuk menjembatani jurang perbedaan pendapat yang memisahkan delegasi Iran dan AS.
"Mediator Pakistan sedang berusaha untuk menyelesaikan perbedaan dan mendekatkan pendapat," demikian disampaikan kantor berita tersebut, menggarisbawahi peran aktif Islamabad dalam upaya mediasi ini.
Meskipun perundingan tingkat tinggi gagal mencapai resolusi, upaya dialog tingkat teknis terus berlanjut, menandakan bahwa pintu komunikasi belum sepenuhnya tertutup antara kedua negara.