INFOTREN.ID - Hubungan diplomatik antara Gedung Putih dan Vatikan kembali memanas setelah munculnya pernyataan terbuka dari Presiden Amerika Serikat. Donald Trump memberikan tanggapan keras terhadap kritik yang dilontarkan oleh pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut.

Ketegangan ini muncul menyusul serangkaian perbedaan pendapat yang tajam antara kedua tokoh dunia tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Informasi mengenai perselisihan ini dilansir dari AFP dan Al Jazeera pada Jumat (16/4/2026).

Trump secara terbuka menanggapi berbagai pernyataan yang dikeluarkan oleh Paus Leo XIV mengenai kondisi politik internasional. Ia menegaskan bahwa setiap individu, termasuk pemimpin agama, memiliki hak untuk berbicara di ruang publik.

"Paus Leo XIV memiliki kebebasan penuh untuk mengatakan apa pun yang disukainya mengenai berbagai isu-isu yang sedang melanda dunia saat ini," ujar Donald Trump.

Meskipun menghargai kebebasan berpendapat, Trump memberikan peringatan khusus kepada sang Paus mengenai kondisi global yang sebenarnya. Ia menilai ada perbedaan pandangan yang cukup jauh terkait situasi di lapangan yang sedang dihadapi pemerintahannya.

"Paus harus memahami bahwa inilah realitas dunia yang kejam yang harus kita hadapi bersama dalam memimpin," kata Donald Trump.

Perselisihan antara Presiden AS dan Paus kelahiran AS tersebut diketahui telah berlangsung secara intens selama beberapa hari terakhir. Keduanya kerap tidak sejalan dalam mengambil kebijakan strategis atau dalam memberikan opini terkait masalah krusial.

Trump melontarkan kritik balik kepada Pemimpin Gereja Katolik Dunia itu dalam berbagai hal yang dianggapnya terlalu mencampuri urusan negara. Fokus perdebatan mereka mencakup kebijakan luar negeri hingga urusan kemanusiaan yang sangat sensitif.

Beberapa poin utama yang menjadi sumber konflik utama antara keduanya adalah mengenai masalah nuklir Iran serta kebijakan imigrasi. Kedua isu ini memang menjadi agenda utama dalam pemerintahan Trump yang sering kali menuai pro dan kontra di mata internasional.