INFOTREN.ID - Sebuah peristiwa mengejutkan mengguncang ketenangan warga di Kelurahan Peleloan, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Kejadian bermula pada Minggu malam (17/5) ketika warga menemukan sesosok bayi laki-laki dalam kondisi hidup terbungkus di dalam sebuah tas.

Bayi yang ditemukan dalam kondisi tak berdaya tersebut segera dievakuasi oleh warga setempat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Sam Ratulangi Tondano. Tindakan cepat ini bertujuan agar bayi malang tersebut dapat segera menerima penanganan medis yang diperlukan.

Pihak Kepolisian Resor (Polres) Minahasa mengonfirmasi detail penemuan tersebut yang terjadi sekitar pukul 19.00 Wita. Lokasi penemuan bayi berada di depan rumah dinas atau kediaman keluarga Kandouw-Maengkom, tepatnya di Lingkungan I.

Aparat berwenang kini tengah gencar melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab meninggalkan bayi laki-laki tersebut. Proses pengumpulan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian menjadi prioritas utama saat ini.

Kasi Humas Polres Minahasa, Iptu Noldo Mawauntu, membenarkan waktu penemuan bayi tersebut oleh warga sekitar. "Bayi tersebut ditemukan warga sekitar pukul 19.00 Wita," ujar Iptu Noldo Mawauntu dalam keterangannya pada Senin (18/5/2026).

Menurut keterangan awal dari pihak kepolisian, warga setempat mulai menaruh kecurigaan setelah mendengar suara kendaraan roda dua yang berhenti mendadak di area kejadian perkara sebelum bayi ditemukan. Hal ini memicu rasa ingin tahu warga untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Salah satu saksi mata mengaku sedang duduk di teras rumahnya ketika mendengar suara sepeda motor berhenti di depan rumah tersebut. "Ada saksi mengaku sebelum menemukan bayi tersebut sedang duduk di teras rumah, kemudian mendengar suara sepeda motor berhenti di depan rumah," kata Noldi.

Saksi sempat melihat ada dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor di lokasi kejadian. Namun, identitas kedua pengendara motor tersebut tidak dapat dikenali dengan jelas karena kondisi cuaca dan minimnya pencahayaan di area tersebut pada malam hari.

"Saksi hanya mengira dua orang tersebut sedang mencari lumut di selokan untuk dijadikan umpan memancing," bebernya lebih lanjut. Dugaan awal saksi ini menunjukkan bahwa para pelaku berusaha menyamarkan maksud kedatangan mereka.