INFOTREN.ID - Tokoh penting Iran, Mojtaba Khamenei, baru-baru ini menyampaikan sebuah pesan penting mengenai dinamika geopolitik yang sedang dihadapi negaranya. Pesan ini secara spesifik menyoroti ancaman yang datang bukan dari ranah militer konvensional, melainkan dari ranah informasi dan persepsi publik.

Saat ini, Iran masih berada dalam konteks ketegangan berkelanjutan dengan kekuatan global utama, yaitu Amerika Serikat (AS) dan juga Israel. Situasi regional yang dinamis ini menjadi latar belakang utama bagi peringatan yang dikeluarkan oleh Mojtaba Khamenei.

Fokus utama dari pesan tersebut adalah mengenai apa yang ia sebut sebagai "perang psikologis" yang secara aktif dikobarkan oleh pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Teheran. Perang informasi ini merupakan strategi non-militer yang dirancang untuk menciptakan keretakan internal.

Dilansir dari Anadolu Agency dan Press TV pada hari Jumat, 24 April 2026, Mojtaba Khamenei secara rinci membahas mengenai taktik yang digunakan oleh pihak lawan. Ia menyoroti operasi media terstruktur yang memiliki sasaran spesifik.

Sasaran utama dari operasi media yang dikobarkan musuh tersebut adalah menggerus fondasi persatuan nasional di antara masyarakat Iran. Ini merupakan upaya sistematis untuk mengganggu kohesi sosial dan politik di dalam negeri.

Mojtaba Khamenei juga menekankan dampak yang lebih luas dari perang psikologis ini, yaitu upaya untuk merusak moralitas publik serta mengganggu rasa aman masyarakat secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman tersebut menyentuh aspek psikologis dan keamanan domestik.

Oleh karena itu, pemimpin tersebut mendesak seluruh lapisan masyarakat Iran untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan mereka terhadap manuver informasi semacam itu. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi negatif.

"Dia menyebut upaya semacam itu bertujuan merusak moral dan keamanan publik," ujar Mojtaba Khamenei, sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency dan Press TV.

Lebih lanjut, Mojtaba Khamenei memberikan penekanan tegas mengenai perlunya kewaspadaan kolektif. Ia secara khusus mendesak masyarakat agar tidak lengah terhadap upaya-upaya yang dilancarkan oleh pihak musuh melalui saluran informasi.