INFOTREN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang secara resmi meluncurkan Sekolah Lansia ketiganya di wilayah Kecamatan Ilir Timur I pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melakukan pemberdayaan warga lanjut usia agar menjadi lebih sehat, mandiri, aktif, serta produktif.
Program pendidikan non-formal ini hadir menyusul keberhasilan implementasi sekolah serupa yang sebelumnya telah sukses dioperasikan di dua kecamatan lain, yaitu Kecamatan Kalidoni dan Kecamatan Sako. Keberlanjutan program ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam menjangkau populasi warga senior.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia ini dirancang sebagai wadah pemberdayaan yang komprehensif bagi para orang tua lanjut usia. Metode pembelajaran yang digunakan telah disesuaikan secara khusus agar sejalan dengan kondisi fisik para peserta.
"Sekolah Lansia ini bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan sarana untuk mewujudkan lansia yang smart melalui kurikulum tujuh dimensi tangguh yang telah kita siapkan," ujar Dewi Sastrani, Ketua TP PKK Kota Palembang.
Pada gelombang awal pembukaan di Kelurahan 20 Ilir I, tercatat sebanyak 30 peserta telah bergabung, dengan rentang usia mereka berkisar antara 60 hingga 73 tahun. Syarat utama untuk mengikuti sekolah ini sangat sederhana, yakni kemauan belajar yang kuat dan kondisi fisik yang memadai untuk mengikuti seluruh sesi kegiatan.
Jadwal pertemuan rutin untuk para peserta telah ditetapkan sebanyak dua kali dalam sebulan, memastikan adanya kesinambungan dalam proses pembelajaran sepanjang periode kursus.
Dewi Sastrani juga menekankan bahwa dukungan moral dari pihak keluarga sangat krusial untuk menjaga semangat belajar para lansia. Pemerintah berharap motivasi belajar ini dapat terus menyala meskipun peserta telah memasuki usia senja.
"Belajar itu tidak memandang umur karena kita menganut prinsip belajar sepanjang hayat, sehingga para lansia di Palembang tetap memiliki pengetahuan baru yang relevan. Kami sangat mengharapkan dukungan dari warga Palembang dengan memberikan izin dan motivasi kepada orang tuanya agar mereka bersemangat sekolah dan tetap aktif di lingkungan sosial," katanya.
Kurikulum yang ditawarkan direncanakan berlangsung selama 10 kali pertemuan, mencakup materi esensial seperti peningkatan kesehatan, sesi olahraga ringan, serta pelatihan keterampilan produktif yang relevan. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif, Pemkot Palembang berencana menyelenggarakan prosesi wisuda resmi bagi peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh materi.