INFOTREN.ID - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), menyoroti pentingnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berorientasi pada keramahan. Inisiatif ini menjadi fondasi krusial dalam mewujudkan sekolah yang bebas dari perundungan.

Tujuan utama dari penekanan pada MPLS yang ramah adalah untuk memastikan bahwa momen penyambutan siswa baru berjalan hangat dan positif. Hal ini diharapkan dapat mencegah praktik negatif seperti perpeloncoan atau intimidasi yang dapat merusak pengalaman awal mereka di sekolah.

Strategi komprehensif Kemendikbudristek ini dirancang untuk membangun budaya sekolah yang positif sejak dini. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan dapat merasakan rasa aman dan nyaman dalam lingkungan belajar mereka.

Inisiatif ini secara spesifik menyasar penyelenggaraan MPLS yang seharusnya menjadi momen menyenangkan bagi siswa baru. Fokusnya adalah agar tidak ada kegiatan yang bernuansa negatif atau mengintimidasi selama masa pengenalan lingkungan sekolah.

"Penyelenggaraan MPLS yang selayaknya momen penyambutan hangat bagi siswa baru kini menjadi sorotan utama," demikian pernyataan yang menggarisbawahi fokus Kemendikbudristek.

Pihak Kemendikbudristek memandang pentingnya MPLS yang ramah sebagai langkah awal yang strategis. Langkah ini dinilai sebagai kunci utama dalam upaya menciptakan ekosistem sekolah yang aman dan bebas dari segala bentuk perundungan.

"Inisiatif ini dipandang sebagai langkah awal krusial dalam upaya menciptakan ekosistem sekolah yang aman dan bebas dari segala bentuk perundungan," demikian penekanan yang diberikan oleh Dikdasmen.

Pendekatan MPLS yang ramah ini merupakan bagian integral dari strategi Kemendikbudristek yang lebih luas. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan budaya sekolah yang positif dan suportif bagi seluruh peserta didik.

"Adapun, penekanan pada MPLS yang ramah ini merupakan bagian dari strategi komprehensif Kemendikbudristek untuk membangun budaya sekolah yang positif," demikian dijelaskan dalam konteks strategi kementerian.